Polres Pangandaran Masih Dalami Dugaan Tindak Kekerasan Oknum Kepsek Ngamar kepada Lima Anak Gadis

kepsek ngamar di pangandaran
Kepala UPTD PPA Kota Tasikmalaya, Epi Mulyana, melakukan observasi terhadap lima anak gadis yang diduga jadi korban tindak kekerasan di Pangandaran. (IST0
0 Komentar

PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – Kasus dugaan tindak kekerasan terhadap lima gadis di bawah umur oleh seorang oknum kepala sekolah dasar asal Kota Tasikmalaya di Pangandaran masih terus didalami polisi. Polres Pangandaran masih memeriksa tersangka dan juga para korban yang sama-sama warga Kota Tasikmalaya.

Kelima remaja perempuan itu masing-masing berusia 14 tahun, 15 tahun, 16 tahun, serta dua orang berusia 17 tahun. Mereka diketaui menginap di salah satu hotel di Jalan Bulak Laut bersama pelaku dengan alasan untuk merayakan ulang tahun salah satu diantaranya. Namun perayaan ulang tahun itu berubah menjadi cerita menggemparkan.

Kasi Humas Polres Pangandaran, Aiptu Yusdiana, mengutarakan kasus ini mencuat setelah warga di sekitar penginapan melihat salah satu remaja perempuan berlari ke luar dari kamar dalam kondisi ketakutan dan terluka pada Kamis (11/12/2025) dini hari, sekitar pukul 01.30. Anak tersebut meminta tolong kepada warga karena diduga jadi korban kekerasan.

Baca Juga:Benarkah Ada Peran "Ketua Para Pemuda" di Balik Proyek Padel Bermasalah Kota Tasikmalaya!Jalan Panjang Unsil Tasikmalaya Menuju Fakultas Kedokteran Akan Dimulai!

“Pelaku diduga memberikan minuman keras kepada para korban. Dua di antaranya yang kemudian tidak sadarkan diri diduga menjadi korban persetubuhan,” katanya kepada Radar, Sabtu (13/12/2025)

Peristiwa persetubuhan itu diduga terjadi pada hari pertama mereka tiba di pangandaran. Sedangkan tindak kekerasan terjadi pada malam harinya Ketika pelaku Kembali mengajak para anak di bawah umur itu menenggak miras dan berhubungan badan. Karena ajakan berhubungan badan ditolak, pelaku akhirnya emosi dan berbuat kekerasan berupa tamparan, pukulan serta tendangan kepada anak perempuan tersebut.

“Para korban yang ketakutan kemudian berteriak dan melarikan diri ke luar kamar untuk mencari pertolongan,” ujarnya.

Warga yang mendengar teriakan segera datang dan mengamankan pelaku sebelum petugas tiba. Personel Reskrim Polres Pangandaran segera mendatangi lokasi setelah mendapat laporan dari warga. Kemudian, mengamankan pelaku dan membawanya ke fasilitas Kesehatan lantaran wajahnya babak belur dihajar warga.

“Kemudian para korban ini langsung dibawa untuk mendapat pemeriksaan medis dan pendampingan,” ujarnya.

Pelaku sendiri diketahui berinisial UR (55), warga Tamansari Kota Tasikmalaya. Namun ia diketahui menjabat kepala sekola dasar di salah satu SD di Kabupaten Tasikmalaya. Saat ini UR tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh kepolisian dan ditahan di ruang tahanan Mapolres Pangandaran sejak 12 Desember 2025.

0 Komentar