Uji Kesiapan Hadapi Bencana Hidrometeorologi di Kota Tasikmalaya, Viman Tekankan Kerja Kolektif OPD

kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi di Kota Tasikmalaya
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan saat mengecek Triport Vertical (peyangga) BPBD usai Apel Kesiapsiagaan di Lapangan Bale Kota Tasikmalaya, Senin 8 Desember 2025. rezza rizaldi / radartasik.id 
0 Komentar

Meski demikian, Viman menekankan bahwa peralatan dan program tidak akan efektif tanpa kesadaran masyarakat.

“Peralatan dan program boleh bagus, tapi tanpa kesadaran masyarakat, kita tidak bisa menangani bencana secara komprehensif,” tambahnya.

Berdasarkan data BPBD, dampak bencana sepanjang 2025 paling banyak dirasakan sektor permukiman.

Baca Juga:Kejar-kejaran di Jalan HZ Mustofa Kota Tasikmalaya, Polisi Amankan Remaja Bersenjata Kasus Perundungan Remaja di Tasikmalaya, Kapolres: Empat Terduga Pelaku Masih Didalami

Tercatat 861 rumah terdampak, dengan rincian 536 rusak ringan, 148 rusak sedang, 16 rusak berat, dan 161 rumah belum terdata tingkat kerusakannya.

Selain itu, bencana juga berdampak pada 13 fasilitas ibadah, 12 fasilitas pendidikan, 3 fasilitas kesehatan, 73 akses jalan, serta 157 fasilitas lainnya. Sebanyak 183 bangunan dilaporkan sempat terendam.

Dari sisi kemanusiaan, total 2.771 jiwa terdampak, termasuk 237 kelompok rentan. Korban luka tercatat 8 orang, tanpa korban meninggal dunia. Sebanyak 58 kepala keluarga atau 179 jiwa sempat mengungsi.

Viman juga menyoroti masih adanya persepsi di masyarakat bahwa penanganan bencana sepenuhnya menjadi tanggung jawab BPBD.

Karena itu, ia mendorong perubahan budaya kerja di setiap OPD agar memiliki kepekaan dan reaksi cepat saat bencana terjadi.

“Reaksi cepat pertama memang dari BPBD, tapi semua dinas harus punya respons yang sama. Tidak perlu banyak personel, yang penting cepat di kesempatan pertama,” tegasnya.

Dengan jumlah kejadian bencana yang hampir menyentuh seribu kasus dalam 11 bulan, Viman menilai kesiapan seluruh perangkat Pemkot Tasikmalaya menjadi sangat krusial.

Baca Juga:Dalam Hitungan Jam, Donasi Terkumpul Rp326 Juta! Tasik Santun Peduli Bencana Sumatera, Aceh dan PalestinaViral! Pasangan Ngamuk di Pinggir Simpang Nagarawangi Kota Tasikmalaya

Menurutnya, menghadapi bencana tidak hanya soal armada dan teknis, tetapi juga konsistensi SOP, ketahanan sosial, serta kesigapan birokrasi.

“Kota Tasikmalaya harus bergerak lebih cepat daripada ancaman bencana yang datang,” pungkasnya. (ayu sabrina)

0 Komentar