Tekan Pemborosan Bayar Listrik, Dishubkominfo Kabupaten Tasikmalaya Targetkan 800 PJU Bakal Dimeterisasi

PJU Kabupaten Tasikmalaya
Lampu PJU di Jalan Raya Pemda Singaparna Kabupaten Tasikmalaya terpasang, Senin 8 Desember 2025. (Radika Robi Ramdani/Radartasik.id)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Tasikmalaya menyiapkan langkah strategis untuk menekan pemborosan anggaran listrik Penerangan Jalan Umum (PJU).

Mulai 2026, sekitar 800 titik PJU ditargetkan memakai sistem meterisasi agar penggunaan energi lebih terukur dan efisien.

Kabid Sapras Dishubkominfo Kabupaten Tasikmalaya, David Ismail Marjuki, menyebutkan program meterisasi menjadi prioritas setelah evaluasi menunjukkan tingginya beban pembayaran listrik PJU yang selama ini menggunakan sistem estimasi.

Baca Juga:GP Ansor Kabupaten Tasikmalaya Kuatkan Kader, Gelar Konsolidasi Organisasi di Enam ZonaAnggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya Aldira Yusup Soroti Penutupan Tambang Emas: WPR Belum Dirasakan Rakyat!

“Tahun depan kita rencakan meterisasi di 800 titik dengan anggaran mencapai Rp 800 juta,” ujarnya saat ditemui Radar di ruang kerjanya, Senin (8/12/2025).

Menurut David, meterisasi akan memberikan dampak signifikan pada penghematan. Selama memakai sistem estimasi, setiap titik dibebankan biaya Rp 300.000 per bulan. Setelah meterisasi, biaya bisa turun menjadi hanya Rp 50.000 hingga Rp 60.000.

Jika dihitung, 800 titik PJU selama ini memerlukan sekitar Rp 150 juta per bulan atau Rp 1,8 miliar per tahun. Dengan meterisasi, biaya tersebut dapat ditekan hingga sekitar Rp 50 juta per bulan, sehingga ada potensi penghematan mencapai Rp 125 juta setiap bulan.

Saat ini, jumlah PJU di Kabupaten Tasikmalaya mencapai lebih dari 5.000 titik dengan total pembayaran listrik ke PLN sekitar Rp 23 miliar per tahun. Jika seluruh PJU sudah menggunakan meterisasi, biaya tahunan tersebut bisa turun drastis.

Ia menjelaskan, setelah meterisasi penuh, pembayaran listrik diperkirakan hanya sekitar Rp 10 miliar hingga Rp 8 miliar per tahun. “Manfaatnya itu untuk sisa anggaran bisa dipakai untuk pengadaan PJU, bisa dipakai untuk pembangunan lainnya yang bermanfaat buat masyarakat,” ucapnya.

Selain meterisasi, Dishubkominfo akan mengganti lampu merkuri dengan LED di sekitar 500 titik, terutama lampu yang sudah padam atau tidak layak. Pihaknya juga menargetkan penghapusan PJU rusak di sejumlah ruas jalan kabupaten.

“Jadi bisa menghapus atau menghemat pembayaran PLN lagi. Ya, target mah kita 1.000 lah untuk tahun depan 2026 itu untuk penghapusan dan metrisasi itu,” bebernya.

Baca Juga:Anggota DPRD Jabar Arip Rachman Salurkan 2.500 kWh Listrik Gratis untuk Warga Kurang Mampu di TasikmalayaAnggota DPRD Jabar Arip Rachman Lakukan Pengawasan Pemerintahan dengan Temu Warga: Pajak Kembali untuk Rakyat

Lampu merkuri diketahui memiliki daya besar sehingga biaya bulanannya tinggi, yakni sekitar Rp 300.000 per titik. Sedangkan LED jauh lebih hemat, apalagi jika dipadukan dengan meterisasi.

0 Komentar