Target Retribusi Parkir Kota Tasikmalaya 2026 Naik, Juru Parkir Mulai Hitung Dampak di Lapangan

target retribusi parkir Kota Tasikmalaya 2026
Juru Parkir di simpang tiga Pasar Mambo Cihideung Kota Tasikmalaya sedang merapikan kendaraan roda dua. rezza rizaldi / radartasik.id
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Polemik aturan tanpa karcis, parkir gratis masih menjadi perbincangan hangat warga Kota Tasikmalaya.

Di tengah sorotan publik itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tasikmalaya memastikan target retribusi parkir tahun 2026 mengalami kenaikan signifikan.

Kepala Dishub Kota Tasikmalaya Iwan Kurniawan menyampaikan, target retribusi parkir tahun depan dipatok sebesar Rp2,65 miliar.

Baca Juga:Kejar-kejaran di Jalan HZ Mustofa Kota Tasikmalaya, Polisi Amankan Remaja Bersenjata Kasus Perundungan Remaja di Tasikmalaya, Kapolres: Empat Terduga Pelaku Masih Didalami

Angka tersebut meningkat dibandingkan target tahun 2025 yang berada di kisaran Rp2 miliar.

“Tahun depan targetnya Rp2,65 miliar. Artinya ada kenaikan. Karena itu kami bersama jajaran yang bertugas di lapangan akan melakukan langkah-langkah optimalisasi penarikan retribusi parkir,” kata Iwan, Kamis 4 Desember 2025.

Kenaikan target sekitar Rp650 juta itu muncul di saat persoalan sistem perparkiran, khususnya soal karcis, masih menjadi perhatian publik.

Kondisi tersebut turut memunculkan pertanyaan di kalangan juru parkir (jukir) terkait dampak kebijakan baru terhadap pekerjaan mereka.

Erwin (39), juru parkir yang sudah bekerja sejak 2009, mengaku belum mendapatkan informasi detail mengenai kemungkinan penyesuaian setoran maupun jam kerja.

Namun menurutnya, kenaikan target retribusi biasanya berimbas langsung ke jukir di lapangan.

“Belum ada pembahasan apa-apa. Tapi kalau target kota naik, pasti kami kepikiran dampaknya. Kalau lagi ramai sih aman, tapi kalau sepi kan jadi berat ngejarnya,” tutur Erwin, Sabtu 6 Desember 2025.

Baca Juga:Dalam Hitungan Jam, Donasi Terkumpul Rp326 Juta! Tasik Santun Peduli Bencana Sumatera, Aceh dan PalestinaViral! Pasangan Ngamuk di Pinggir Simpang Nagarawangi Kota Tasikmalaya

Erwin menjaga titik parkir dengan tingkat lalu lintas yang tidak menentu. Ada waktu ramai, namun tidak jarang pula sepi kendaraan.

Ia berharap kenaikan target tidak otomatis menambah beban jam kerja jukir.

“Kalau harus datang lebih pagi atau pulang lebih malam mungkin bisa dijalani. Tapi kalau sering sepi, ya bingung juga. Intinya jangan sampai bebannya nambah banyak,” ucapnya.

Hal senada disampaikan Hendar (55), juru parkir di lokasi berbeda.

Menurutnya, kabar kenaikan target retribusi membuat sebagian jukir mulai berspekulasi soal perubahan pola kerja.

“Kami sih ikut aturan saja. Cuma biasanya kalau target naik, kami dituntut lebih rajin mantau titik. Jangan sampai lama kosong, soalnya takut dianggap kurang kerja,” katanya.

0 Komentar