“Tim merespons dengan sangat baik. Mereka bermain hebat, menciptakan peluang, dan membalikkan keadaan,” jelasnya.
“Tiga perempat dari mereka adalah pemain Primavera, tapi mereka menunjukkan karakter besar. Yang terpenting adalah perkembangan, dan hari ini kami melihat perkembangan individu maupun kolektif,” tegasnya.
Oddo juga memuji peran dua pemain senior, Magrassi dan Branca, yang dianggap memberi keseimbangan dan contoh nyata bagi para pemain muda.
Baca Juga:Inginkan Lewandowski, AC Milan Temui Super Agen Pini ZahaviSambutan Fans Napoli ke Juventus: Lempar Batu ke Bus Pemain, Cemooh Spalletti Saat Tiba di Stadion Maradona
“Para senior ini tahu apa tugas mereka: membantu tim dan membimbing anak-anak muda. Pemain tidak tumbuh sendirian; mereka tumbuh melalui teladan,” paparnya.
Maximilian Ibrahimovic layak menjadi bintang, ia menjadi motor kebangkitan setelah mencetak gol penyeimbang yang membuka jalan bagi kemenangan dramatis Futuro.
Pemain 17 tahun yang merupakan putra dari legenda sepak bola Zlatan Ibrahimovic juga mengaku puas dengan performanya dan terutama dengan cara tim bangkit.
“Saya sangat senang dengan penampilan tim dan membawa pulang tiga poin. Itu yang terpenting,” katanya.
“Saya selalu percaya diri, dan saya senang bisa mencetak gol. Tapi kami bekerja sebagai tim—assist, peluang, dan gol tercipta dari kerja sama semua orang,” bebernya.
Ia juga menegaskan bahwa kekuatan utama Futuro terletak pada atmosfer internal tim.
“Kami semua teman. Kami bermain untuk Milan, kami melakukan apa yang harus kami lakukan. Menang bersama selalu terasa lebih indah,” pungkasnya.
Baca Juga:Jurnalis Italia Takjub dengan Sentuhan Tangan Dingin Chivu di Inter: Ini Masa Depan SepakbolaJuventus Ditumbangkan Napoli, Legenda Inter Sarankan Spalletti Tinggalkan Warisan Tudor
Maximilian Ibrahimovic kini menjadi salah satu sorotan utama di Milan Futuro.
Setelah sempat kesulitan menembus skuad Primavera, ia kini tampil lebih matang dan konsisten, mencatat empat gol di liga dan menunjukkan peningkatan signifikan baik secara fisik maupun mental.
Penampilannya tidak hanya menunjukkan bakat, tetapi juga tekad besar untuk membangun identitasnya sendiri bukan sekadar “anak Zlatan”.
