622 Bencana Landa Ciamis Sepanjang 2025, 947 Rumah Terdampak

bencana di kabupaten ciamis
Pekerja melakukan perbaikan di Jembatan Cikaleho yang tergerus air beberapa waktu lalu. (Fatkhur Rizqi/radartasik.id)
0 Komentar

Ani juga menyoroti peran manusia yang kerap memperparah bencana akibat kerusakan alam, seperti pembukaan lahan dengan cara membakar hutan dan alih fungsi lahan.

“Ada juga pergantian jenis tanaman, awalnya hutan produksi diganti dengan kopi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, banjir yang sering terjadi juga disebabkan oleh pendangkalan sungai, drainase dan selokan yang tersumbat sampah, serta pemanfaatan sempadan sungai sebagai area permukiman. Untuk mencegah kerusakan lingkungan semakin parah, BPBD Ciamis telah melakukan survei investigasi lahan kritis sebagai langkah mitigasi.

Baca Juga:UIN SGD Bandung Perkasa di Regional Nasional, Bantai Atma Jaya 5–2 dan Sempurna di Grup B!SMPN 2 Kota Tasikmalaya: Dari Halaman Sekolah ke Panggung Penghargaan Adiwiyata Mandiri 2025!

“Hal itu sebagai mitigasi atau langkah pencegahan, melihat apakah ada indikasi lahan/hutan yang gundul. Sehingga dapat kami tanggulangi sebelum terjadi bencana yang tidak diharapkan,” katanya.

BPBD juga mengimbau masyarakat agar membuang sampah pada tempatnya untuk mencegah banjir akibat saluran air tersumbat.

“Mari kita jaga alam, dan alam akan jaga kita,” ujarnya.

Ani menjelaskan, siklus bencana alam sangat bergantung pada jenis dan pemicunya. Banjir, tanah longsor, dan banjir bandang umumnya terjadi saat curah hujan tinggi. Sementara kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan terjadi pada musim kemarau, dan gempa bumi tidak bergantung pada kondisi cuaca.

Ia menyebutkan, upaya antisipasi banjir dan longsor dapat dilakukan dengan memastikan saluran air tidak tersumbat, tidak membuang sampah sembarangan, tidak mendirikan rumah di lereng atau tebing, serta melakukan reboisasi. Untuk kekeringan dan kebakaran hutan, masyarakat diimbau menghemat air, tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan api, serta menyiapkan cadangan air bersih.

Sedangkan untuk gempa bumi, masyarakat diharapkan memahami evakuasi mandiri, menyiapkan jalur evakuasi darurat, serta mempersiapkan tas siaga bencana.

“Juga diharapkan semua masyarakat untuk mempersiapkan tas siaga bencana, yang berisikan barang-barang pribadi dan barang-barang berharga, juga diimbau untuk selalu melakukan pemantauan cuaca di sosial media BMKG/BNPB,” katanya.

Baca Juga:Wali Kota Tasikmalaya Gedor Pintu Kemenkeu: Tasik Harus Dapat Porsi Fiskal Lebih Kuat!Tambang Tutup, Air Pulang ke Warnanya: Galunggung Tasikmalaya Kembali Bernapas!

Dalam menghadapi status siaga darurat bencana banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem, BPBD Kabupaten Ciamis mengalokasikan anggaran lebih dari Rp1 miliar. Anggaran tersebut terdiri dari Rp545.500.000 untuk peningkatan kesiapsiagaan dan Rp568.393.840 untuk penanganan bencana.

0 Komentar