PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – Desa Kertayasa di Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran kini dikenal bukan hanya karena pesona alam Green Canyon. Diam-diam, kawasan ini menapaki babak baru: menjadi destinasi ramah lingkungan melalui ekowisata berbasis perahu listrik hasil kolaborasi PT PLN (Persero) dan pemerintah daerah.
—
Pagi itu, aliran sungai Green Canyon terlihat tenang seperti biasanya. Suara gemericik air memantul di antara dinding tebing dan menggema lembut di sekitar para pengemudi perahu yang bersiap mengantar wisatawan menyusuri lorong-lorong alam.
Para pengunjung mulai menaiki perahu yang telah disiapkan pramuwisata—sebutan bagi pengemudi dan kernet perahu wisata. Sambil melepaskan tali sandaran, sang pramuwisata berseru, “Semua siap menikmati keindahan Green Canyon?” dan dijawab serempak oleh wisatawan dengan lantang: siap!.
Baca Juga:Dari Pesantren ke Ruang Pelayanan Jemaah: H Husna Mustopa Nahkodai Kemenag Haji & Umrah Kota TasikmalayaKabupaten Tasikmalaya Juara TPID 2025: Ketika Penghargaan Tiba Lebih Cepat dari Harga Stabi!
Perahu bergerak perlahan menembus kesunyian sungai. Sepanjang perjalanan, mata wisatawan dimanjakan oleh susunan batuan alami yang membentuk Gua Cukang Taneuh, Batu Tengah, hingga Batu Payung.
Di sejumlah titik, wisatawan yang ingin menguji nyali bisa mencoba cliff jumping, melompat dari tebing ke air jernih di bawahnya. Bagi yang ingin benar-benar menyatu dengan alam, aktivitas body rafting menjadi pengalaman yang tidak terlupakan. Di akhir rute, Pemandian Putri menjadi tempat penyegar tubuh sebelum kembali ke dermaga.
Namun ada yang berbeda dari perahu-perahu yang kini melintas di Green Canyon. Sejak Oktober 2024, sebagian perahu wisata telah beralih dari mesin berbahan bakar solar ke baterai listrik. Transformasi ini menjadi bagian dari program ekowisata yang diinisiasi PLN untuk menciptakan destinasi berkelanjutan dan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.
Masyarakat, pengusaha perahu, UMKM, hingga wisatawan menyambutnya dengan antusias.
Suhman, Ketua Pokdarwis Green Canyon, merasakan langsung manfaatnya.
“Jadi kelebihannya itu, kalau perahu listrik tidak bising lebih halus suara mesinnya, dan biaya operasionalnya lebih murah dibandingkan perahu berbahan bakar solar,” ujarnya.
Selain lebih hemat, perahu listrik juga ramah lingkungan.
“Tidak ada istilah bocor oli mesin atau bahan bakar tumpah mencemari sungai. Mesin pembuangannya pun tidak berasap,” ungkapnya.
