TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Suasana haru menyelimuti Masjid Rahmatullah Panglayungan, Kota Tasikmalaya, Minggu 30 November 2025.
Ratusan hingga ribuan muslimah memadati ruangan utama masjid dalam Kajian Akbar bertema Sebening Doa yang Sembuhkan Luka, menghadirkan momen spiritual yang begitu emosional.
Sejak pukul 08.00 WIB, jamaah akhwat dari berbagai wilayah Kota Tasikmalaya dan Priangan Timur terus berdatangan hingga memenuhi seluruh ruangan.
Baca Juga:Formabata Tasikmalaya Tegaskan Komitmen Persatuan dan Pelestarian BudayaDalami Kasus Penyekapan, Polres Tasikmalaya Kota Bakal Lakukan Visum Terhadap Korban
Masjid dibuat full house, dipenuhi lautan jamaah yang antusias mengikuti sesi dakwah dan terapi.
Sosok sentral yang menjadi magnet utama kegiatan ini adalah Umma Ilmia Amalia, S.Pd., M.Pd., CH., Cht., CphT., CNLP., atau yang akrab dikenal sebagai Umma Sejuta Pelukan.
Sebagai Spesialis Counselling Parenting sekaligus Certified Professional Hypnotherapist, Umma Ilmia memadukan metode dakwah dengan Hypnotherapy Islami, pendekatan yang jarang ditemui dan mampu menyentuh emosi terdalam jamaah.
Dalam sesi terapi massal, Umma Ilmia membimbing ribuan peserta untuk mengurai luka batin, memaafkan masa lalu, dan berdamai dengan diri sendiri.
Suasana berubah mengharu biru ketika doa dan dzikir bersama menggema.
Tangis haru pecah di seluruh penjuru masjid, menandai proses penyembuhan batin yang begitu mendalam.
“Saya menangis sejadi-jadinya dari awal sesi, tapi pulangnya hati ini plong luar biasa,” ungkap Sukmawati (39), jamaah asal Cihideung.
Ainun Mabrurah (41) pun merasakan hal serupa. Baginya, sesi tersebut menjadi momen refleksi untuk menatap tahun baru dengan lebih baik.
Baca Juga:Sambil Menangis, Ayah Gadis Korban Penyekapan di Kota Tasikmalaya Beberkan Kekejaman Terduga PelakuKirim Lokasi ke Ibu, Remaja Cibeureum Berhasil Diselamatkan dari Dugaan Penyekapan
“Semoga ilmu Umma bisa menjadi penyembuh bagi banyak muslimah di Tasikmalaya,” tuturnya.
Kegiatan yang difasilitasi Al-Hijrah dan Banifan ini menghadirkan antusiasme besar.
Kehadiran Founder Gerakan Ahli Sedekah & Majelis Sejuta Pelukan itu membuktikan bahwa dakwah yang dibalut pendekatan psikologis, empati, dan kasih sayang terbukti efektif menyentuh hati masyarakat, khususnya kaum hawa yang membutuhkan ruang healing spiritual.
Acara berlangsung hingga siang hari dan ditutup dengan suasana yang penuh syukur.
Ribuan akhwat dari Kota Tasikmalaya dan Priangan Timur pulang dengan energi baru, hati lebih lapang, dan semangat spiritual yang kembali menyala. (Firgiawan)
