“Tanah sudah disiapkan Pemkab, sedangkan pembangunan sepenuhnya dibiayai Muhammadiyah. Ini langkah besar, kebutuhan anggarannya saja mencapai Rp41 miliar untuk peningkatan klinik, belum termasuk rumah sakit baru,” jelasnya.
Dengan hanya satu RSUD yang melayani wilayah luas, keterbatasan fasilitas kesehatan masih menjadi persoalan kronis di Tasikmalaya. Kehadiran Rumah Sakit Muhammadiyah diharapkan menjadi solusi strategis sekaligus mempercepat pemerataan layanan kesehatan bagi masyarakat.
Apabila terwujud, rumah sakit tersebut tidak hanya menjadi simbol transformasi Muhammadiyah, tetapi juga bukti nyata kolaborasi antara organisasi masyarakat dan pemerintah dalam memajukan kesehatan serta memperkuat ekonomi umat. (ujg)
