Rayakan Milad ke-113, Muhammadiyah Kabupaten Tasikmalaya Siap Bangun Rumah Sakit di Tasik Timur

Milad Muhammadiyah Kabupaten Tasikmalaya
Tamu undangan menghadiri perayaan Milad Muhammadiyah ke-113, Sabtu 29 November 2025. (Ujang Nandar/Radartasik.id)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Peringatan Milad Muhammadiyah ke-113 di Kabupaten Tasikmalaya menjadi momentum penting bagi organisasi Islam besar ini.

Tidak sekadar merayakan usia panjang sebagai pelopor pendidikan dan kesehatan, Muhammadiyah kini menegaskan langkah baru: memperkuat sektor ekonomi umat dan membangun Rumah Sakit Muhammadiyah di Tasikmalaya.

Rencana pendirian rumah sakit tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Muhammadiyah tak lagi hanya fokus pada layanan sosial, melainkan juga bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi umat yang berorientasi pada kemandirian dan pelayanan publik berkualitas.

Baca Juga:Anggota DPRD Jabar Arip Rachman Salurkan 2.500 kWh Listrik Gratis untuk Warga Kurang Mampu di TasikmalayaAnggota DPRD Jabar Arip Rachman Lakukan Pengawasan Pemerintahan dengan Temu Warga: Pajak Kembali untuk Rakyat

Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Alayubi, menilai langkah Muhammadiyah ini sebagai transformasi strategis yang berdampak langsung terhadap pembangunan sumber daya manusia di daerah.

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, kata dia, yang selama ini hanya memiliki satu rumah sakit daerah, mengaku sangat terbantu dengan inisiasi tersebut.

“Transformasi Muhammadiyah ke sektor usaha ini bukan hanya berdampak pada ekonomi umat, tetapi juga memperkuat pelayanan kesehatan. Kami menyambut baik pendirian rumah sakit baru karena kebutuhan masyarakat sangat mendesak,” ujar Asep Sopari saat menghadiri Milad Muhammadiyah di Ponpes Al-Furqon Singaparna, Sabtu (29/11/25).

Sementara itu, Ketua PP Muhammadiyah KH Dr Anwar Abbas menegaskan, setelah sukses mengokohkan dua pilar utama, pendidikan dan kesehatan, Muhammadiyah kini serius mengembangkan pilar ketiga, yaitu ekonomi bisnis.

Menurutnya, banyak kader Muhammadiyah yang memiliki kemampuan dan pengalaman manajerial di berbagai sektor, namun potensi besar itu belum sepenuhnya terhubung dengan organisasi.

“Pilar ekonomi bisnis ini penting. Kader kita sudah banyak yang berhasil, tetapi belum tersambung dengan Muhammadiyah. Jika potensi ini digarap serius, aset Muhammadiyah bisa berkembang luar biasa,” tegas Anwar.

Ia menyebut rencana pendirian rumah sakit di Tasikmalaya sebagai bukti nyata bahwa penguatan ekonomi dan layanan sosial dapat berjalan beriringan.

Baca Juga:Pastikan Pembangunan Tepat Sasaran, Anggota DPRD Jabar H Uden Dida Efendi Tinjau Rekonstruksi Jalan MangkubumiHadirkan Tata Kelola Pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya yang Modern, Inovasi E-GIFT Jadi Solusinya

Ketua PD Muhammadiyah Kabupaten Tasikmalaya, Iwa Kurniawan, menambahkan bahwa pihaknya tengah mengkaji peningkatan status Klinik Utama Muhammadiyah menjadi Rumah Sakit tipe D. Pemerintah daerah pun telah menawarkan lahan di wilayah timur Tasikmalaya untuk pembangunan rumah sakit baru.

0 Komentar