TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Kondisi minim penerangan di Jalan Letjen Mashudi, Kelurahan Kersanegara, Kecamatan Cibeureum, kembali memicu keresahan warga.
Jalan yang menjadi jalur utama Kota Tasikmalaya itu berubah menjadi kawasan rawan kecelakaan dan tindak kriminal setiap malam.
Keluhan ini disampaikan pedagang dan pengguna jalan yang setiap hari melintas di kawasan tersebut.
Baca Juga:Formabata Tasikmalaya Tegaskan Komitmen Persatuan dan Pelestarian BudayaDalami Kasus Penyekapan, Polres Tasikmalaya Kota Bakal Lakukan Visum Terhadap Korban
Mereka menilai gelapnya ruas jalan membuat banyak pengendara tidak bisa mengantisipasi kondisi lalu lintas, sementara potensi terjadinya aksi kejahatan semakin meningkat.
Kewenangan Perbaikan Ada di Provinsi
Kepala Seksi Fasilitas Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya, Yusep Suteddy, menjelaskan bahwa perbaikan Penerangan Jalan Umum (PJU) di Jalan Mashudi bukan menjadi kewenangan Pemkot.
“Kewenangan memperbaiki PJU di Jalan Mashudi berada pada UPTD Wilayah 3 Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat,” kata Yusep, Sabtu 29 November 2025.
Menurutnya, sebagian lampu sudah diganti menggunakan LED 60 watt. Namun jaringan listrik di titik-titik tertentu belum berfungsi maksimal sehingga lampu tidak menyala.
“Sebagian jaringan listriknya masih harus diperbaiki. Kami sudah sampaikan hal itu ke UPTD Wilayah 3 dan masih menunggu realisasinya,” ujarnya.
Dishub Kota Tasikmalaya, kata Yusep, hanya dapat menyampaikan aduan warga serta memantau perkembangan, sedangkan keputusan teknis sepenuhnya berada di tingkat provinsi.
Pedagang Jadi Sumber Cahaya Darurat
Warga dan para pedagang yang beraktivitas di sepanjang jalan mengaku sudah lama menanti perbaikan.
Baca Juga:Sambil Menangis, Ayah Gadis Korban Penyekapan di Kota Tasikmalaya Beberkan Kekejaman Terduga PelakuKirim Lokasi ke Ibu, Remaja Cibeureum Berhasil Diselamatkan dari Dugaan Penyekapan
Rasmin (43), pemilik warung, mengungkapkan bahwa lampu warungnya sering menjadi satu-satunya penerangan di sekitar lokasi.
“Kalau nggak ada lampu warung mah gelap pisan. Sering lihat motor ngerem mendadak soalnya cahaya kurang,” tutur Rasmin.
Minimnya PJU membuat kios-kios kecil berfungsi layaknya “senter jalan” meski tidak semestinya. Kondisi ini mempertebal rasa tidak aman, terutama bagi pengendara yang melintas saat malam.
Kasus Kriminal Pernah Terjadi di Lokasi Gelap
Keresahan warga bukan tanpa alasan. Dua tahun terakhir, Jalan Mashudi menjadi lokasi beberapa kejadian kriminal yang cukup serius.
22 September 2024
Seorang pelajar berinisial G (14) tewas dikeroyok sekelompok remaja. Kasus diduga terkait sengketa knalpot bising. Polisi menetapkan sembilan tersangka, enam di antaranya di bawah umur.
