Penanganan Rumah Roboh Belum Bisa Cepat, Bantuan Baru Bisa Digulir 2026 di Kota Tasikmalaya

penanganan rumah roboh di Kota Tasikmalaya
Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra saat diwawancara wartawan usai menghadiri acara di Gedung Kesenian Kota Tasikmalaya (GKKT), Sabtu 29 November 2025. ayu sabrina / radar tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Pemerintah Kota Tasikmalaya mengakui belum dapat memberikan penanganan cepat atas kondisi rumah Iin, seorang janda di Kecamatan Tamansari yang terpaksa menumpang tidur di rumah tetangganya setiap malam.

Rumah panggung yang ia tinggali, rapuh, berlubang, dan sebagian lantainya terangkat, dikategorikan tidak layak huni, namun bantuan perbaikan baru bisa direalisasikan pada tahun anggaran 2026.

Kisah Iin mencuat setelah kondisi rumahnya yang hampir roboh mendapat perhatian publik.

Baca Juga:Formabata Tasikmalaya Tegaskan Komitmen Persatuan dan Pelestarian BudayaDalami Kasus Penyekapan, Polres Tasikmalaya Kota Bakal Lakukan Visum Terhadap Korban

Di siang hari ia masih bertahan di rumah sendiri untuk memasak dan mengurus kebutuhan dasar.

Namun setiap malam, ia harus berpindah ke rumah tetangga demi keselamatan dirinya.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, menjelaskan bahwa lambatnya penanganan salah satunya disebabkan oleh pendataan kemiskinan yang belum presisi serta keterbatasan anggaran tahun berjalan.

“Kenapa kemarin saya ke pusdatin pusat data kemiskinan? Untuk itu. Saya ingin datanya lengkap per peak. Kalau datanya sudah presisi bisa segera dibawa ke Dinsos untuk ditindaklanjuti,” ujar Diky usai menghadiri acara di Gedung Kesenian Kota Tasikmalaya (GKKT), Sabtu 29 November 2025.

Menurut Diky, kasus seperti yang dialami Iin masuk kategori bencana kemiskinan yang idealnya bisa ditangani melalui pos anggaran khusus.

Namun kondisi APBD Kota Tasikmalaya saat ini belum memungkinkan adanya intervensi cepat.

“Ke depan ini mudah-mudahan jadi perhatian TAPD. Kita memang perlu biaya tidak terduga yang cukup besar, karena bencana bukan hanya banjir dan longsor, tetapi juga bencana kemiskinan,” ujarnya.

Baca Juga:Sambil Menangis, Ayah Gadis Korban Penyekapan di Kota Tasikmalaya Beberkan Kekejaman Terduga PelakuKirim Lokasi ke Ibu, Remaja Cibeureum Berhasil Diselamatkan dari Dugaan Penyekapan

Dengan demikian, Iin masih harus menjalani rutinitas yang sama, menggunakan rumahnya hanya di siang hari, lalu menumpang tidur di rumah tetangga pada malam hari.

Fokus penguatan penanganan kemiskinan, kata Diky, baru bisa maksimal pada 2026 setelah struktur anggaran diperbaiki.

“Mudah-mudahan dari koordinasi ini ada awal yang baik. Tahun 2026 fokus kita ke kemiskinan,” tambahnya.

Terkait komponen swadaya dalam program Rutilahu yang kerap membingungkan warga miskin, Diky mengatakan masih perlu mengecek ulang aturan teknis agar tidak salah memberikan keterangan.

“Soal swadaya nanti saya kroscek dulu, takut salah,” ucapnya.

0 Komentar