Pemerintah Kirim 11 Helikopter untuk Percepatan Penanganan Banjir di Sumatera dan Distribusikan Bantuan

Pemerintah telah mengerahkan total 11 unit helikopter untuk percepatan penanganan banjir di Sumatera
Hingga Minggu, 30 November 2025, pemerintah telah mengerahkan total 11 unit helikopter untuk percepatan penanganan banjir di Sumatera. Foto: Disway
0 Komentar

RADARTASIK.ID— Pemerintah terus mengintensifkan percepatan penanganan bencana banjir di sejumlah wilayah terdampak melalui penguatan dukungan sarana udara berskala besar.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah pengerahan helikopter untuk memperlancar distribusi bantuan dan pemantauan kondisi lapangan.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa hingga Minggu, 30 November 2025, pemerintah telah mengerahkan total 11 unit helikopter dari Jakarta menuju daerah terdampak bencana. Helikopter tersebut berasal dari unsur TNI serta Basarnas.

Baca Juga:Ini Lokasi Nobar Persib vs Madura United di Bandung, Bobotoh Bisa Merapat Hingga Bisa Seru-Seruan BarengBojan Hodak Waspadai Pelatih Baru Madura United, Persib Pasang Target 3 Poin untuk Tetap di Papan Atas

“Sampai dengan hari ini, pemerintah telah mengirimkan total 11 helikopter TNI dan Basarnas dari Jakarta ke lokasi daerah terdampak bencana,” tulis Seskab Teddy dalam keterangannya, Minggu, 30 November 2025 dikutip dari disway.id.

Ia menjelaskan bahwa sembilan helikopter telah lebih dahulu berada di lokasi sejak 26 November 2025 dan langsung menjalankan operasi pendistribusian bantuan serta pemantauan dampak bencana secara bersamaan.

“Sembilan helikopter sudah berada di lokasi sejak tanggal 26 November 2025 dan dua helikopter tambahan telah terbang ke Aceh dari Jakarta pagi ini,” ujar Teddy Indra Wijaya.

Sementara itu, dua helikopter tambahan diberangkatkan dari Jakarta menuju Aceh pada Minggu pagi untuk memperkuat operasi udara.

Seluruh armada udara tersebut, lanjutnya, difokuskan untuk mendukung pengiriman logistik secara berkelanjutan, terutama ke wilayah terdalam dan daerah yang akses jalur daratnya tidak dapat dilalui.

“Helikopter-helikopter ini terbang di lokasi sekitar bencana untuk terus-menerus mendistribusikan logistik, terutama di daerah terdalam serta di daerah yang jalur daratnya terputus serta terus memperhatikan faktor cuaca sebagai pertimbangan utama dalam upaya penanganan bencana ini,” ujarnya.

Dalam setiap penerbangan, aspek keselamatan serta kondisi cuaca tetap menjadi pertimbangan utama.

Baca Juga:Marc Klok Ingin Persib Tebus Kegagalan di Singapura Saat Melawan Madura United: Kami Ingin BangkitPersib Tak Mau Anggap Enteng Madura United, Bojan Hodak Tetap Fokus Berada di Papan Atas Klasemen 

Dampak bencana banjir itu sendiri dilaporkan menyebabkan kerusakan infrastruktur di sejumlah daerah yang tersebar di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Kerusakan tersebut mengakibatkan terputusnya akses jalan di berbagai titik.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun, sedikitnya lima ruas ja

lan utama menuju wilayah terdampak mengalami kerusakan parah hingga terputus, sehingga menyulitkan proses pengiriman bantuan melalui jalur darat.

0 Komentar