RADARTASIK.ID – Christopher Nkunku akhirnya mendapat kesempatan besar yang telah lama dinantikan.
Penyerang Prancis itu diproyeksikan menjadi starter dan berduet dengan Rafael Leao di lini serang ketika AC Milan menghadapi Lazio pada Minggu (30/11) pukul 02.45 WIB.
Keputusan ini diambil Max Allegri setelah memastikan Christian Pulisic tidak dalam kondisi optimal dan memilih tidak mengambil risiko di tengah jadwal kompetitif yang padat.
Baca Juga:Jurnalis Italia Ramal Vlahovic Akan Pergi ke AC Milan: Juventus Seharusnya Menjualnya Tahun LaluBelajar dari Kesuksesan AC Milan Bersama Modric, Juventus Disarankan Rekrut Bernardo Silva
Nkunku, yang didatangkan dari Chelsea pada musim panas lalu seharga €37 juta plus bonus €5 juta—total sekitar €42 juta (setara Rp740 miliar)—sebenarnya belum benar-benar menunjukkan performa yang sesuai investasi besar tersebut.
Cedera, adaptasi, dan kurangnya kontinuitas membuatnya kesulitan menemukan ritme permainan sejak awal musim.
Dengan kondisi Pulisic yang belum pulih sepenuhnya, serta absennya Santiago Giménez, Allegri akhirnya memberikan kepercayaan penuh kepada striker 27 tahun itu.
Laga melawan Lazio menjadi ujian besar, sekaligus titik balik potensial bagi Nkunku untuk membuktikan dirinya layak menjadi bagian penting proyek Milan.
Tak dapat dimungkiri, kedatangan Nkunku dengan harga lebih dari €40 juta menimbulkan ekspektasi tinggi meski sejauh ini performanya belum memenuhi harapan.
Satu-satunya penampilan menonjolnya terjadi di Coppa Italia saat menghadapi Lecce (23 September), ketika ia mencetak gol pertamanya untuk Milan.
Di Serie A, Nkunku baru dua kali menjadi starter—melawan Roma dan Parma—dan setelah itu lebih sering tampil sebagai pemain cadangan.
Baca Juga:Marco Branca Ungkap Detail Menarik Pertukaran Ibrahimovic dengan Eto’o: Inter Dapat Rp 892 Miliar karena HlebBeppe Marotta Jadi Alasan Kuat Diego Simeone Bakal Latih Inter Milan di Masa Depan
Banyak penampilannya justru diwarnai ketidakpastian, kurang agresif dalam duel, dan minim kontribusi nyata di zona berbahaya.
Faktor adaptasi di liga yang lebih taktis seperti Serie A juga disebut-sebut menjadi alasan lambatnya perkembangan sang penyerang.
Meski kritik bermunculan, dukungan dari rekan setim tak pernah hilang. Baru-baru ini Adrien Rabiot memberi pembelaan terbuka terhadap kompatriotnya dalam wawancara bersama La Gazzetta dello Sport.
“Dia berbakat, dan kami semua tahu itu. Kami tumbuh bersama, saya, Maignan, dan dia,” ujar Rabiot.
“Ia datang dari Chelsea dengan kondisi tidak ideal dan harus beradaptasi dengan liga yang sulit seperti Serie A. Tapi sekarang ia bugar dan jauh lebih termotivasi. Saya yakin begitu ia mulai bermain secara reguler, performanya akan muncul,” tambahnya.
