Dari Pesantren ke Ruang Pelayanan Jemaah: H Husna Mustopa Nahkodai Kemenag Haji & Umrah Kota Tasikmalaya

H Husna Mustopa
H. Husna Mustopa, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Tasikmalaya.
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Kota Tasikmalaya kembali memulai babak baru dalam tata kelola pelayanan ibadah haji dan umrah.

Di sebuah aula yang tak terlalu megah, namun penuh doa yang tulus,

H. Husna Mustopa resmi dilantik sebagai Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Tasikmalaya—jabatan yang lebih dari sekadar posisi administratif, melainkan amanah untuk menjaga harapan ribuan calon tamu Allah dari kota santri ini.

Baca Juga:Kabupaten Tasikmalaya Juara TPID 2025: Ketika Penghargaan Tiba Lebih Cepat dari Harga Stabi!Komitmen yang Menembus Batas Wilayah: Gandara Grup Bantu Masjid dari Garut, Tasik Hingga Banjar!

Pelantikan berlangsung dengan nuansa khidmat. Para tamu undangan mulai dari tokoh ulama, pejabat daerah, hingga perwakilan lembaga pendidikan Islam hadir menyaksikan prosesi singkat namun penuh makna itu.

H. Husna dengan senyum sederhana yang menjadi ciri khasnya, menerima SK pelantikan seakan menerima beban sekaligus berkah: memastikan setiap langkah jemaah terlayani, dari manasik pertama hingga kembali ke rumah dalam keadaan haji mabrur.

Lahir dan besar di lingkungan pesantren, Husna bukan nama baru di bidang pelayanan ibadah. Rekam jejaknya penuh catatan kedekatan dengan masyarakat akar rumput.

Di beberapa kesempatan, ia dikenal sering turun langsung ke lapangan—memeriksa kelengkapan berkas jemaah, memantau pelatihan manasik, bahkan duduk berlama-lama mendengarkan keluhan para calon haji yang bingung mengurus persyaratan administrasi.

“Kalau urusan haji itu bukan soal seberapa cepat selesai, tapi seberapa tenang jemaah dijalani,” begitu pernah ia ucapkan dalam sebuah forum kecil.

Kini, dengan jabatan baru, ekspektasi pun mengikutinya. Kota Tasikmalaya memiliki jumlah pendaftar haji yang tinggi dan antrean keberangkatan yang panjang.

Tantangan terbesar bukan hanya memastikan pelayanan tanpa hambatan, tetapi juga membangun komunikasi yang humanis—menggantikan prosedur yang kaku menjadi pelayanan yang lebih membumi.

Baca Juga:Berharap Keadilan dari Sidang Tambang Pasir GalunggungDugaan Pencemaran Akibat Tambang Galunggung Mencuat Lagi, Instansi Terkait Tegaskan Belum Terima Laporan Resmi

H. Husna pun menekankan pentingnya pelayanan terpadu yang transparan. Ia juga menegaskan bahwa sinergi dengan pemerintah daerah dan ormas Islam akan menjadi fondasi untuk meningkatkan kualitas manasik dan penguatan literasi jemaah.

“Pelayanan haji bukan hanya ritual tahunan. Ini perjalanan spiritual umat. Kita harus mengawal dari awal, bukan hanya melepas keberangkatan,” katanya.

Di luar ruangan, beberapa calon jemaah yang kebetulan hadir tampak optimistis.

0 Komentar