Inter, kata Bergomi, adalah tim yang bermain dengan kualitas taktik dan kolektivitas tinggi—bahkan salah satu yang terbaik di Eropa dalam hal pola permainan.
Namun, dalam lima tahun terakhir postur pemain mereka yang kecil sangat rawan ketika menghadapi tim dengan intensitas atau badan lebih tinggi.
Kekalahan dari Atletico dan Milan menjadi contoh terbaru.
Dalam derby, Rossoneri bahkan hanya membutuhkan satu peluang bersih untuk menaklukkan Inter, sebuah efisiensi yang kontras dengan kerja keras Nerazzurri setiap kali ingin mencetak gol.
Baca Juga:Paolo Di Canio: Inter Milan Butuh Sosok Seperti Maldini atau Vialli di LapanganDalla Bona: Maldini Hentikan Bentrok Inzaghi-Shevchenko Sebelum Final Liga Champions Lawan Juventus
Bagi Bergomi, pesan utamanya jelas: manajemen harus bertindak untuk menambah kekuatan tim di bursa transfer Januari ini.
Inter butuh bek cepat untuk mengimbangi transisi, gelandang bertubuh besar yang mampu meng-cover ruang dan memberi jeda bagi tim, serta penyerang yang langsung mengancam tanpa harus membangun serangan panjang.
Tanpa tambahan tiga profil itu, ia menilai Inter akan terus mengulang pola yang sama—bermain bagus, dominan, tapi tetap kalah karena kelemahan dasar yang tidak diperbaiki.
