Bergomi Minta Manajemen Inter Beri Chivu Tiga Pemain Baru: Mereka Butuh Pemain Bertubuh Besar

Giuseppe Bergomi
Giuseppe Bergomi Tangkapan layar Instagram
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Dua kekalahan beruntun Inter Milan dari AC Milan dan Atletico Madrid memicu evaluasi keras dari mantan kapten Nerazzurri, Beppe Bergomi.

Sang legenda menilai hasil negatif itu bukan kejutan, melainkan konsekuensi dari kelemahan struktural yang sudah lama tidak ditangani manajemen.

Inter takluk di derby Milano dan kemudian tumbang 1-2 lagi dari Atletico Madrid di Liga Champions.

Baca Juga:Paolo Di Canio: Inter Milan Butuh Sosok Seperti Maldini atau Vialli di LapanganDalla Bona: Maldini Hentikan Bentrok Inzaghi-Shevchenko Sebelum Final Liga Champions Lawan Juventus

Menurut Bergomi, hasil ini menyoroti kebutuhan mendesak tim asuhan Cristian Chivu untuk menambah kualitas di beberapa sektor.

Bergomi menilai Inter sudah lama membutuhkan tiga profil pemain yang tidak pernah benar-benar dipenuhi oleh manajeman tim selama ini.

“Saya terus mengatakannya. Tim ini membutuhkan bek yang cepat, gelandang yang fisik, dan penyerang yang siap menyerang,” ujar Bergomi dalam ulasan di Sky Sport.

“Secara fisik, ini bukanlah tim yang kuat,” jelasnya.

Bergomi memeparkan bagaimana Inter terlalu sering bergantung pada permainan kolektif dan intensitas tinggi untuk menutup kekurangan fisik skuad.

Selama hal itu tidak diperbaiki, mereka akan terus mengeluarkan energi besar untuk memenangi pertandingan, sesuatu yang sulit dipertahankan dalam jadwal yang padat.

Ia lalu mengomentari gol yang dicetak José María Giménez saat Inter kalah di Madrid.

Paolo Di Canio sempat menyinggung kesalahan Nicolo Barella dalam situasi tersebut, namun Bergomi tidak setuju.

Baca Juga:Strikernya Diincar AS Roma, Simon Kjaer: Massara Tahu Harganya Tidak MurahReal Madrid Siap Curi Kenan Yildiz, Inter Wajib Tawarkan Gaji Rp85 Miliar Jika Ingin Rekrut Maignan

“Di Canio mengatakan itu salah Barella. Menurut saya, dia justru yang paling tidak terlibat,” tegasnya.

“Atletico memenangi duel karena mereka punya fisik lebih besar dan lebih kuat. Inter itu kecil—dalam hal ukuran pemain. Siapa pun yang mengatakan sebaliknya, itu keliru,” bantahnya.

Bagi Bergomi, kelemahan Inter dalam menghadapi situasi bola mati merupakan cerminan masalah struktural yang sudah berlangsung lama.

Bergomi menekankan bahwa problem fisik Inter dalam mengatasi jadwal padat bukan hal baru.

“Kami sudah mengatakan hal yang sama selama dua, mungkin tiga tahun,” ujarnya.

“Inter selalu harus menurunkan delapan atau sembilan pemain di belakang bola untuk bisa menyerang. Jika mereka punya gelandang yang lebih kuat secara fisik, mereka bisa mengatur ritme dan beristirahat,” ungkapnya.

0 Komentar