Diego Simeone telah 15 tahun memimpin Atletico Madrid yang menjadi sebuah rekor luar biasa di sepak bola modern.
Kontraknya saat ini berlangsung hingga Juni 2027. Namun menurut laporan media Spanyol, ia bisa keluar satu tahun lebih awal jika terdapat kesepakatan antara kedua kubu.
Masalah terbesar adalah gajinya. Saat ini Simeone menerima hampir €15 juta per musim, yang jika dikonversi ke rupiah mencapai sekitar Rp266 miliar per tahun (menggunakan asumsi €1 = Rp17.750).
Baca Juga:Bergomi Minta Manajemen Inter Beri Chivu Tiga Pemain Baru: Mereka Butuh Pemain Bertubuh BesarPaolo Di Canio: Inter Milan Butuh Sosok Seperti Maldini atau Vialli di Lapangan
Angka ini menjadikan Simeone salah satu pelatih dengan bayaran tertinggi di dunia.
Jika Inter ingin membawanya kembali ke Appiano Gentile, dua skenario harus terjadi:
1. Simeone bersedia memotong gaji secara signifikan,
2. Inter siap mengorbankan anggaran besar untuk membayar pelatih.
Keduanya bukan hal yang mustahil, tetapi jelas membutuhkan kompromi besar.
Pernyataan Simeone datang di momen yang sangat strategis—hanya 24 jam sebelum ia menghadapi mantan klubnya di panggung Liga Champions.
Ia seolah mengingatkan Inter bahwa dirinya masih menyimpan ikatan emosional dengan klub dan suatu hari nanti siap untuk kembali.
Bagi Inter, keberadaan Marotta—yang dikenal sebagai negosiator ulung—menjadi alasan kuat mengapa peluang ini bukan sekadar rumor musiman.
Marotta selalu terbuka terhadap peluang besar, dan Simeone adalah salah satu nama terbesar di dunia kepelatihan.
Untuk saat ini, Inter tetap percaya pada Chivu. Namun jika roda takdir berputar lain, tidak ada yang menutup kemungkinan bahwa masa depan Nerazzurri akan kembali berada di tangan seorang Cholo yang dulu pernah bertarung di lini tengah mereka.
Baca Juga:Dalla Bona: Maldini Hentikan Bentrok Inzaghi-Shevchenko Sebelum Final Liga Champions Lawan JuventusStrikernya Diincar AS Roma, Simon Kjaer: Massara Tahu Harganya Tidak Murah
Dan ketika itu terjadi, Serie A mungkin akan menyaksikan salah satu reuni paling mengguncang dekade ini.
