RADARTASIK.ID – Jelang pembukaan bursa transfer musim dingin, Juventus membutuhkan lompatan kualitas besar jika ingin kembali bersaing memperebutkan gelar.
Menurut laporan media Italia, Baik CEO Damien Comolli maupun pelatih Luciano Spalletti sepakat bahwa tanpa peningkatan kualitas teknis, Bianconeri bukan hanya sulit kembali ke jalur juara, tetapi juga terancam gagal finis empat besar.
Isyarat bahwa Juventus tengah mengalami darurat kualitas sendiri sudah datang dari berbagai arah.
Baca Juga:Marco Branca Ungkap Detail Menarik Pertukaran Ibrahimovic dengan Eto’o: Inter Dapat Rp 892 Miliar karena HlebBeppe Marotta Jadi Alasan Kuat Diego Simeone Bakal Latih Inter Milan di Masa Depan
Mantan legenda klub, Zbigniew Boniek, menilai: “Juventus tidak punya juara, mereka tim biasa saja.”
Pelatih Cagliari, Fabio Pisacane, yang akan menghadapi Juve besok, bahkan menyamakan kekuatan Bianconeri dengan Como.
Situasi ini semakin terasa ironis ketika foto-foto para legenda seperti Platini, Cabrini, dan Tacconi dari generasi emas 1985 terpasang kembali di Continassa—sebuah nostalgia yang justru menegaskan kesenjangan kualitas masa kini.
Comolli kini memikul tanggung jawab besar dalam membenahi skuad, terutama di lini tengah dan gelandang serang.
Dua sektor itu dinilai minim kreativitas, minim gol, dan minim kontribusi konkret.
Calciomercato melaporkan Juventus pun mulai menjajaki sejumlah nama di bursa transfer: dari Sandro Tonali hingga Marco Verratti, dan Sergej Milinkovic-Savic.
Namun, satu nama kini mencuat paling kuat: Bernardo Silva.
Pemain Portugal itu telah mengumumkan bahwa musim ini akan menjadi musim terakhirnya bersama Manchester City.
Baca Juga:Punya “Orang Dalam”, AC Milan Siap Curi Striker Incaran AS RomaBergomi Minta Manajemen Inter Beri Chivu Tiga Pemain Baru: Mereka Butuh Pemain Bertubuh Besar
Di usia 31 tahun, Bernardo masih berada di puncak performa dan menjadi pemain inti Pep Guardiola.
“Saya tidak pernah membayangkan bisa memenangkan enam gelar Premier League dalam delapan tahun. Saya ingin menutup musim dengan baik, memenangkan lebih banyak trofi, lalu mengejar impian menjadi juara dunia bersama Portugal,” ujar Bernardo.
Kontraknya dengan City berakhir pada 30 Juni 2026, namun saat ini tidak ada indikasi perpanjangan.
Klub-klub Arab Saudi sudah mengajukan tawaran, tetapi Bernardo ingin tetap berkarier di Eropa. Serie A menjadi pilihan menarik: Juventus dan AC Milan dikabarkan siap bergerak.
Yang menjadi tantangan terbesar adalah gaji sang pemain: €10,1 juta bersih per musim, setara sekitar Rp 179 miliar.
