TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Tumpukan sampah makin menggunung di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sekitar Pasar Pancasila Kota Tasikmalaya.
Kondisi memprihatinkan ini terjadi setelah hampir lima hari sampah tak kunjung diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya.
Pantauan di lokasi pada Selasa (25/11/2025), gundukan sampah dengan panjang hampir enam meter itu bahkan nyaris menutupi sebagian bangunan ruko di sekitarnya.
Baca Juga:RS Islam Hj Siti Muniroh Kota Tasikmalaya Rayakan Milad ke-31Sidang Keempat Kasus Endang Juta: Saksi Sebut Tumpukan Pasir Berada di Luar Lahan Berizin
Sejumlah relawan terlihat berupaya membersihkan luapan sampah yang sudah tumpah hingga ke badan jalan.
Budi (43), warga sekitar TPS mengungkapkan kekecewaannya dengan pelayanan dari DLH. Ia menyebut sampah tersebut sudah menumpuk sejak Kamis pekan lalu dan belum juga ditangani.
“Sudah sekitar lima hari ini menumpuk, dari Kamis belum diangkut,” ujar Budi.
Ia yang juga mengelola warung kopi bersama istrinya, Nur Elah (38), mengaku tidak tahan dengan aroma busuk yang menyengat. Terlebih ketika hujan terjadi membuat situasi semakin tidak nyaman.
“Bukan lagi, baunya parah sekali. Apalagi kan beberapa hari ini diguyur hujan, baunya makin menjadi-jadi,” keluhnya.
Warga mengaku bingung dengan alasan keterlambatan pengangkutan ini, padahal dirinya rutin membayar iuran sampah Rp 1.000 setiap hari.
“Gak tahu pasti kenapa. Ada yang bilang mobil mogok, ada yang bilang kantornya didemo. Mana yang benar? Kalau saya bayar Rp 1.000, ada juga yang Rp 2.000,” jelasnya.
Mereka berharap DLH Kota Tasikmalaya segera menuntaskan persoalan ini.
Baca Juga:Jalan Raya Ciamis-Kawali Ditutup Total Akibat Jembatan Cikaleho Ambruk SebagianGubernur Jabar Tetap Larang Study Tour, Klaim Tak Berdampak ke Pariwisata
“Sekarang baru diambil dua kali putaran mobil, ini pasti gak akan beres dalam sehari. Saya juga berharap bawahnya bisa dikeruk dan dicor biar gak bau lagi,” harap Budi.
Warga lainnya, Dani Setiawan (60) juga mengatakan bahwa penumpukan sampah ini bukanlah kali pertama. Namun selama ini warga hanya bisa menunggu sampai petugas datang untuk mengangkutnya meskipun waktunya tidak menentu.
“Sudah sering menumpuk, untungnya warga kami pada sabar menerima keadaan seperti ini,” ucap Dani.
Menurut Dani, masalah semakin kompleks karena warga yang membuang sampah di lokasi tersebut tidak hanya dari pedagang pasar atau warga sekitar.
“Pengendara juga banyak, bahkan dari luar kecamatan juga ada yang buang kesini,” terangnya.
