Derby della Madonnina: AC Milan Lemah Hadapi Umpan Silang, Inter Rentan di Lini Pertahanan

Ilustrasi AC Milan vs Inter Milan,
Ilustrasi AC Milan vs Inter Milan Foto: Tangkapan layar X
0 Komentar

Namun, masalah utama mereka bukan dari bola mati, melainkan umpan silang.

Milan tercatat sebagai tim Serie A yang paling banyak menerima crossing berbahaya di kotak penalti sendiri.

Beberapa di antaranya langsung berbuah gol—dua saat melawan Cremonese pada laga pembuka, serta satu dari Delprato ketika ditahan Parma.

Baca Juga:Albertini Sebut Leao dan Dimarco Akan Jadi Penentu Kemenangan di Derby della MadonninaEmerson Tuding Penggemar AC Milan Keterlaluan: “Mereka Lebih Sering Membicarakan Saya dibandingkan Ronaldo”

Kekurangan dalam mengantisipasi bola lambung inilah yang menjadi titik lemah paling mencolok.

Disisi lain, bek sayap Inter Federico Dimarco menjadi ancaman terbesar bagi Milan.

Dengan empat assist musim ini, ia menjadi salah satu wing-back paling produktif di Eropa.

Kombinasi Bastoni–Dimarco berpotensi menjadi mimpi buruk bagi Milan, terutama mengingat kesulitan Rossoneri menghalau umpan silang.

Saelemaekers dan Tomori akan memikul tugas berat untuk menutup ruang Dimarco dan mencegah lahirnya crossing mematikan ke dalam kotak penalti.

Di sisi lain, duel antara Carlos Augusto dan Pervis Estupiñán atau Davide Bartesaghi akan menjadi area eksplosif lainnya.

Estupiñán tampil inkonsisten, sementara Bartesaghi—pemain kelahiran 2005—berpeluang mencatatkan debut derby.

Baca Juga:AC Milan vs Inter Milan: Allegri Siapkan Tiga Jurus untuk Taklukkan ChivuSabatini Ledek Data Algoritma Andalan AC Milan dan Juventus: Saya Pernah Beli Pemabuk yang Bermain Luar Biasa

Derby kali ini bisa ditentukan oleh dua titik lemah utama: Inter yang belum tentu stabil di tengah, serta Milan yang rapuh menghadapi crossing dari open play.

Dengan karakter permainan kedua tim, pertandingan bisa mengarah pada duel sayap yang intens, dan satu umpan silang berpotensi menjadi pembeda.

Derby della Madonnina kembali menyajikan cerita lama: bukan hanya soal siapa yang lebih kuat, tetapi siapa yang lebih jeli memanfaatkan titik lemah lawannya.

0 Komentar