“Bukan karena kami tidak bisa melakukannya, kami hanya tidak berhasil,” katanya dalam wawancara pasca-pertandingan bersama Sky Sport Italia.
“Inter meningkatkan tempo di babak kedua, dan kami kehilangan kendali permainan. Kami harus bisa bereaksi lebih baik setelah gol pertama,” lanjutnya.
Pioli menambahkan, “Saya tidak memikirkan masa depan saya. Yang saya pikirkan hanyalah bagaimana memperbaiki peringkat tim. Laga melawan Lecce dan Genoa akan sangat penting bagi kami.”
Baca Juga:Walter Sabatini: Spalletti Akan Jadikan Yildiz Seperti Kvaratskhelia di NapoliAndrea Longoni: AC Milan Berhenti Menang karena Tak Punya Striker yang Bisa Mencetak Gol
Meski manajemen masih memberikan dukungan, pembicaraan soal calon pengganti Pioli mulai mencuat di kalangan media Italia.
Nama-nama seperti Daniele De Rossi—yang merupakan favorit Pradè—hingga Paolo Vanoli disebut-sebut sebagai kandidat kuat.
Vanoli bahkan memiliki ikatan emosional dengan Fiorentina karena pernah mempersembahkan Coppa Italia sebagai pemain.
Selain itu, nama Thiago Motta juga muncul, meski pelatih asal Brasil itu masih terikat kontrak dengan Juventus.
Namun sejauh ini, Fiorentina dilaporkan masih berusaha menghindari keputusan ekstrem dan berharap Pioli mampu memutar arah peruntungan tim.
Apa pun keputusannya, laga kontra Lecce di Franchi akhir pekan ini bisa menjadi titik balik — entah kebangkitan, atau akhir perjalanan Stefano Pioli bersama La Viola.
