GARUT, RADARTASIK.ID – Pengelolaan sampah plastik menjadi isu penting yang terus mendapat perhatian, terutama di wilayah pedesaan yang masih minim akses teknologi ramah lingkungan.
Menyadari hal tersebut, mahasiswa Kelompok 35 KKN Tematik Universitas Bhakti Kencana (UBK) Tasikmalaya mengadakan kegiatan edukasi sekaligus demonstrasi pembuatan paving block berbahan dasar sampah plastik di Desa Sirnajaya RW 02 dan RW 10, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa, 25 dan 28 Agustus 2025 ini melibatkan 34 mahasiswa dari berbagai program studi, yaitu 1 mahasiswa D3 Kebidanan, 12 mahasiswa D3 Keperawatan, dan 21 mahasiswa S1 Keperawatan. Mereka dibimbing oleh sejumlah dosen pendamping, di antaranya Ns. Ana Ikhsan Hidayatulloh, S.Kep., M.Kep., Bdn. Heni Nurakilah, S.Tr.Keb., M.Tr.Keb., Ns. Ai Rahmawati, S.Kep., M.Kep., Lina Marlina, SST., M.Keb., Ns. Asep Mulyana, S.Kep., MM., M.Kep., Ph.D., Ns. Hj. Euis Teti Hayati, S.Kep., M.Kep., serta dr. Budy Nugraha, MM.Kes.
Baca Juga:Sharp Gelar Nobar Premier League Bersama Gary Mabbutt, Club Ambassador Tottenham HotspurHotel Santika Tasikmalaya Juara 1 Lomba Masak Jayantara, Tampilkan Kreasi Pangan Lokal
Acara dibuka oleh ketua kelompok KKN, Muhammad Reyhan, yang kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai dampak buruk sampah plastik terhadap lingkungan serta alternatif pengelolaannya. Para narasumber menjelaskan bahwa sampah plastik dapat diolah menjadi produk bernilai guna, salah satunya paving block yang kokoh, ekonomis, dan ramah lingkungan.
Proses pembuatannya dijelaskan secara detail, mulai dari tahap pemilahan plastik, pencacahan, pencampuran dengan pasir dan semen, hingga pencetakan menjadi paving block siap pakai. Menariknya, sampah plastik yang digunakan berasal dari limbah rumah tangga, seperti botol bekas, kantong plastik, dan kemasan sekali pakai.
Tidak hanya berupa teori, kegiatan ini juga menghadirkan demonstrasi langsung yang memungkinkan peserta mencoba membuat paving block secara praktis. Masyarakat tampak antusias mengikuti tahapan demi tahapan, bahkan melontarkan berbagai pertanyaan seputar kekuatan, daya tahan, hingga peluang pemasaran produk tersebut.
“Paving block berbahan plastik tidak hanya membantu mengurangi volume sampah, tetapi juga berpotensi membuka peluang usaha baru. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh manfaat ganda, yakni lingkungan yang lebih bersih sekaligus peluang peningkatan ekonomi,” ujar Reyhan.