“Kami menganalisis fase pertahanan dengan detail bersama Max (Allegri) bahkan sejak tiga bulan lalu,” tambanya.
“Gol-gol yang kebobolan kemarin terjadi karena kelengahan. Itu sebabnya kami ubah formasi demi memberi rasa aman dan kepercayaan diri kepada tim,” ungkap Tare.
Tare pun mengakui bahwa debutnya sebagai direktur olahraga Milan tidaklah mudah, ia bahkan mengaku trauma usai timnya langsung kalah di laga pembuka dari Cremonese.
Baca Juga:Di Francesco: Camarda Sempat Kehilangan Ingatan Saat Melawan AC MilanJadi Gelandang Tertua yang Catat Assist di Serie A, Luka Modric: Saya Senang dengan Atmosfernya
“Terkejut? Trauma. Minggu ini seperti mimpi buruk. Kami harus menang karena kemenangan memberi ketenangan dan rasa percaya diri,” tuturnya.
“Fans Milan pantas mendapat tim kompetitif. Klub sudah memberi saya kesempatan melengkapi skuad, jadi kami harus bermain bagus dan tetap rendah hati. Malam ini kami harus menang dengan segala cara,” tegasnya.
Di akhir wawancara, Tare juga menyinggung masa depan Yunus Musah yang dikabarkan akan bergabung dengan Atalanta.
“Kami akan evaluasi setelah pertandingan. Kami sudah sepakat dengan Atalanta, tapi cedera Jashari mempersulit situasi. Keputusan final akan dibuat besok,” tutupnya.
Dengan bursa transfer yang tinggal hitungan hari, AC Milan jelas menjadi salah satu klub yang paling dinantikan pergerakannya.
Kombinasi antara peluang barter dengan Roma, perekrutan Nkunku, serta incaran bek berpengalaman seperti Akanji, bisa menjadi kunci untuk menentukan kekuatan Rossoneri musim ini.