RADARTASIK.ID – Hyundai akhirnya kembali menggairahkan bisnis mobil listrik mereka yang sebelumnya tertutup oleh popularitas merek asal Tiongkok.
Produsen mobil asal Korea Selatan ini telah merilis gambar teaser pertama Hyundai Ioniq 2, calon mobil listrik baru yang dijadwalkan meluncur resmi pada 9 September 2025 di Jerman.
Langkah ini menjadi strategi penting Hyundai untuk memperkuat lini kendaraan listrik mereka, sekaligus menghadirkan opsi baru di segmen mobil listrik subkompak.
Baca Juga:Volkswagen ID.Buzz Hadir di Indonesia, Mobil Listrik Berdesain Retro ModernTabel Skema Angsuran KUR BRI 2025 Pinjaman Rp50 Juta hingga Rp150 Juta
Dari gambar teaser yang dirilis, Hyundai Ioniq 2 menampilkan desain yang segar dan sporty.
Mobil ini dibekali LED bar penuh di bagian depan dan belakang, mirip dengan facelift Ioniq 6.
Hyundai juga berencana merilis dua set teaser tambahan sebelum peluncuran resmi agar publik bisa melihat lebih jelas detail eksteriornya.
Spesifikasi Hyundai Ioniq 2
Selain teaser, versi prototipe Hyundai Ioniq 2 juga sudah tertangkap kamera saat diuji coba dengan kamuflase.
Berdasarkan informasi awal, mobil listrik ini akan menggunakan platform E-GMP, sama seperti Kia EV2 dan EV3.
Berikut bocoran spesifikasinya:
– Motor listrik tunggal dengan tenaga 201 hpKapasitas baterai 58,3 kWh
– Kemungkinan hadir dengan opsi pelek dan bodykit unik pada versi konsep
Menariknya, Hyundai Ioniq 2 tidak ditujukan untuk bersaing langsung dengan mobil listrik entry-level seperti BYD Atto 1.
Baca Juga:Tambah Modal Lebih Mudah dengan Pinjaman KUR BRI 2025, Berikut Angsuran untuk Plafon Rp100 JutaAngsuran KUR BRI 2025 Mulai Rp146 Ribu, Ini Syarat Pengajuan Pinjaman Hingga Rp100 Juta
Pasalnya, Hyundai sudah memiliki Hyundai Inster sebagai model entry-level, meskipun model tersebut tidak dipasarkan di Indonesia.
Mobil listrik Hyundai Ioniq 2 justru diposisikan di atas Inster dan di bawah Ioniq 5, menjadikannya pesaing langsung BYD Dolphin dan MG 4 EV.
Versi produksi Hyundai Ioniq 2 diperkirakan akan resmi meluncur pada paruh pertama tahun 2026.
Kehadiran mobil ini diyakini akan semakin memanaskan persaingan mobil listrik global, khususnya di segmen subkompak yang kini menjadi incaran banyak produsen.
Jika harga Hyundai Ioniq 2 lebih ternjangkau dibandingkan pesaingnya, bukan tidak mungkin mobil ini akan menjadi pilihan populer di pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia.