RADARTASIK.ID – AC Milan akhirnya meraih kemenangan perdana musim ini setelah mengalahkan Lecce dengan skor 2-0.
Hasil tersebut bukan hanya menutup luka usai kekalahan memalukan dari Cremonese pekan lalu, tetapi juga menghadirkan analisis mendalam dari jurnalis Italia, Sandro Sabatini.
Namun Sabatini menilai performa Rossoneri masih jauh dari sempurna meski pulang dengan tiga poin.
Baca Juga:Igli Tare Akui AC Milan Pertimbangkan Barter Pemain dengan AS RomaDi Francesco: Camarda Sempat Kehilangan Ingatan Saat Melawan AC Milan
Dalam kolom editorialnya di Calciomercato, Sabatini menyebut kemenangan Milan di Via del Mare terasa seperti “istirahat” setelah mengalami trauma di pekan sebelumnya saat dikalahkan Cremonese.
Dua gol yang sah, dua gol lainnya yang dianulir, serta sejumlah momen penuh ketegangan menunjukkan betapa pasukan asuhan Massimiliano Allegri masih belum berada pada level ideal.
Namun, ia marasa setidaknya kemenangan ini memberi ruang bernapas dalam perjalanan panjang musim yang baru dimulai.
Sabatini kemudian menyoroti performa para pemain satu per satu. Dimulai dari lini belakang, Mike Maignan tampil percaya diri meski lebih banyak sibuk mengatur distribusi bola ketimbang melakukan penyelamatan krusial.
Tomori dinilai masih ceroboh dalam beberapa momen, sementara Gabbia dianggap bisa diandalkan meski sempat kehilangan konsentrasi setelah gol Milan yang dianulir.
Pavlovic juga mendapat sorotan. Bek muda ini dinilai bersemangat, walau gaya bermainnya dianggap kurang akurat dalam menempatkan posisi atau saat membuat keputusan.
Meski begitu, Sabatini menegaskan penampilannya tetap lebih stabil dibanding Estupiñán, yang justru tampil sangat buruk hingga tampak seperti tidak berada di level kompetisi Serie A.
Baca Juga:Jadi Gelandang Tertua yang Catat Assist di Serie A, Luka Modric: Saya Senang dengan AtmosfernyaAC Milan Raih Kemenangan Perdana: Camarda Mati Kutu Dijaga Gabbia
Di sisi kanan, Yunus Musah menuai pujian berkat permainan gigihnya. Gelandang asal Amerika Serikat itu disebut tampil konsisten meski santer dikabarkan akan segera bergabung dengan Atalanta.
Sementara itu, Ruben Loftus-Cheek menjadi salah satu sosok penting dengan gol pembuka di babak kedua.
“Solid, tenang, dan hadir di hampir semua situasi bola udara,” tulis Sabatini, meski ia menilai mantan pemain Chelsea itu kadang bermain terlalu pasif.
Di lini tengah, Fofana dinilai tampil biasa saja, sedangkan Luka Modric yang baru didatangkan musim panas ini justru kesulitan lepas dari tekanan ketat para pemain Lecce.