Stunting di Kabupaten Pangandaran Masih Zona Sedang, Turun Drastis tapi Belum Lampaui Jawa Barat

Stunting di Kabupaten Pangandaran
Pemkab Pangandaran melaksanakan rapat koordinasi membahas penurunan stunting di Aula Setda Kabupaten Pangandaran, Kamis, 28 Agustus 2025. (Istimewa for Radartasik.id)
0 Komentar

PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – Upaya penurunan angka stunting di Kabupaten Pangandaran menunjukkan perkembangan positif dalam dua tahun terakhir.

Data Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pangandaran mencatat, prevalensi stunting turun dari 23,9 persen pada 2023 menjadi 17,2 persen di 2024.

Meski demikian, angka tersebut masih menempatkan Pangandaran dalam kategori zona sedang.

Baca Juga:Penyekatan Ketat Menuju Jakarta, Polres Pangandaran Cegah Pelajar Terlibat Unjuk RasaPanen Melimpah, Warga Pangandaran Rayakan dengan Lomba Balap Traktor Unik

Kepala Bappeda Kabupaten Pangandaran, Dindin Solehudin, menjelaskan, target penurunan stunting di Kabupaten Pangandaran pada 2025 dipatok hingga 15,5 persen.

Menurutnya, arah kebijakan sudah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), namun dukungan anggaran masih menjadi tantangan.

Ia menekankan, minimal 10 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) seharusnya dialokasikan untuk sektor kesehatan, termasuk program percepatan penurunan stunting.

”Untuk mengatasi stunting, ibu hamil, balita, pasangan masa subur, semuanya harus tersentuh,” tuturnya kepada wartawan, Kamis, 28 Agustus 2025.

Pemerintah daerah juga menyoroti pentingnya keterlibatan masyarakat.

Meski makanan tambahan untuk balita sudah tersedia di Posyandu, partisipasi warga masih rendah.

Bahkan kewajiban bagi ibu hamil untuk rutin datang ke Posyandu kerap terhambat karena sebagian masih enggan hadir.

Sementara itu, Technical Assistant Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi Jawa Barat, Muhammad Haidar Ali, mengonfirmasi bahwa angka stunting di Kabupaten Pangandaran kini berada di level 17,2 persen, lebih tinggi dari rata-rata Jawa Barat yang berada di 15,8 persen.

Kendati begitu, ia menilai tren penurunan sudah cukup baik.

Baca Juga:Anggota Polres Pangandaran Jadi Kurir Beras, Mengapa Polisi Harus Terlibat dalam Distribusi Pangan?Larangan Study Tour Bikin Perpustakaan Kabupaten Pangandaran Sepi dari Rombongan Pelajar

Haidar juga menyoroti, beberapa indikator masih perlu ditingkatkan, terutama pemeriksaan rutin bagi ibu hamil yang baru mencapai kisaran 50 persen.

Menurutnya, komitmen setiap daerah harus mengarah pada target zero stunting, sehingga kesehatan generasi mendatang benar-benar terjamin.

”Di semua daerah harus zero stunting,” terang Haidar. (Deni Nurdiansah)

0 Komentar