Keterlambatan MBG Berdampak Pada Siswa dan Guru, Pemkot Tasikmalaya Harus Ikut Bergerak

Pengiriman MBG ke sekolah terlambat
Ratusan tray makanan datang ke SDN 3 Sukasari Kecamatan Tawang ketika siswa sudah pulang, Selasa (26/8/2025)
0 Komentar

Informasi yang dihimpun Radar, sebagian kemitraan dapur MBG dengan sekolah masih semrawut di mana sekolah disuplai oleh SPPG dari luar kecamatan. Padahal ada dapur MBG atau SPPG yang lokasinya lebih dekat.

Menurutnya hal ini juga bagian dari persoalan yang perlu diperbaiki oleh BGN supaya program MBG ini memberikan manfaat yang maksimal. Sehingga pembagian jalur suplai masih perlu dievaluasi. “Kan ada aturan jaraknya, tapi mudah-mudahan ini juga bagian dari proses yang akan dievaluasi oleh pihak BGN karena yang saya dengar belum semua dapur beroperasi di Kota Tasikmalaya,” terangnya.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra mengatakan bahwa Pemkot dalam program MBG tidak begitu dilibatkan. Pihaknya akan melihat lagi regulasinya untuk memastikan ada tidaknya kewenangan Pemkot. “Tapi kalau secara aturan tidak boleh (ikut mengawasi), ya kita hanya bisa mengimbau supaya tidak terjadi lagi (keterlambatan),” ungkapnya usai menghadiri kegiatan di Dadaha, Rabu (27/8/2025).

Baca Juga:BSI Bantu Kesiapan Jemaah Haji di Kota Tasikmalaya Untuk Berangkat Tahun 2026Kunci Kosan Patah, Jadi Urusan Damkar Juga di Kota Tasikmalaya

Pasalnya keterlambatan distribusi MBG diakuinya memang tidak bisa dianggap sepele, potensinya makanan jadi tidak bisa dikonsumsi. Lebih jauh lagi ada potensi makanan bisa menjadi basi atau nilai gizinya berkurang karena terlalu lama. “Makanannya tersia-siakan, jangan sampai juga disiapkan buat besoknya lagi,” ucapnya.(rangga jatnika)

0 Komentar