RADARTASIK.ID— Ada alasan menarik bek Persib asal Italia Federico Barba pilih nomor 93 untuk jersey Persib Bandung musim ini.
Bek tengah anyar Persib Bandung Federico Barba resmi memilih nomor punggung 93 untuk dikenakan sepanjang kompetisi Super League 2025/2026.
Pemain asal Italia ini baru saja diperkenalkan dengan kontrak berdurasi satu tahun.
Baca Juga:Mantan Pemain AS Roma Ini Tak Sabar Bermain di Hadapan Puluhan Ribu Bobotoh Persib di Stadion GBLAKata-Kata Zalnando Setelah Dipinjamkan Persib ke Persita Tangerang Sangat Menyentuh Hati Bobotoh
Diharapkan kehadirannya menjadi tambahan kekuatan penting bagi lini pertahanan Maung Bandung yang tengah bersaing di papan atas.
Nomor punggung 93 bukanlah sesuatu yang asing bagi Barba.
Lahir di Roma pada 1 September 1993, ia sudah menggunakan nomor ini sejak memperkuat Benevento di Serie A musim 2019/2020.
Kebiasaan itu terus melekat hingga kini, menjadikan angka 93 bagian dari identitasnya di lapangan.
“Saya memilih nomor punggung 93 karena saya menyukainya,” ujar Federico Barba.
“Tidak ada alasan khusus, tapi yang pasti, saya sudah memakai nomor ini sejak bertahun-tahun lalu dan punya banyak kenangan bagus,” kata pemain yang tercatat pernah membela Tim Nasional Italia U19 dan U20 itu.
Selain itu, Barba juga memiliki rekam jejak mentereng, pernah memperkuat Tim Nasional Italia U19 dan U20 dengan catatan 13 penampilan resmi di level internasional junior.
Menariknya, pilihan Barba beririsan dengan sejarah Persib Bandung.
Sebelumnya, pemain Italia pertama yang memperkuat Maung Bandung, Stefano Beltrame, juga mengenakan nomor 93 pada musim Liga 1 2023/24.
Baca Juga:Info A 1, Fiks Eliano Reijnders Gabung Persib Bandung Menyusul Thom Haye, Skuad Bojan Hodak Lebih FantastisMomen Persib Bangkit, Frans Putros Belajar dari Kesalahan saat Hadapi Persijap dan PSIM Yogyakarta
Beltrame sukses mencatatkan 16 penampilan dengan kontribusi 4 gol dan 2 assist, sekaligus membawa Persib meraih gelar juara.
Kebetulan, baik Beltrame maupun Barba sama-sama lahir pada tahun 1993, sehingga angka tersebut memiliki makna personal yang cukup kuat.
Barba sendiri mengaku sudah mengenal Beltrame secara pribadi sebelum bergabung ke Bandung.
Keduanya beberapa kali berkomunikasi terkait atmosfer klub dan kondisi sepak bola Indonesia.
Stevano Beltrame bahkan memberi gambaran positif mengenai Persib sebagai tim besar dengan basis suporter yang fanatik.
Hal ini menambah motivasi Barba untuk bisa mengulang kesuksesan kompatriotnya, bahkan menargetkan raihan lebih dari satu trofi bersama Maung Bandung.
Dengan pengalaman panjangnya di Serie A bersama klub-klub seperti Empoli, Chievo Verona, hingga Benevento, Barba diprediksi akan menjadi tulang punggung lini pertahanan Persib dalam misi mempertahankan konsistensi di Super League 2025/2026.