RADARTASIK.ID – China memberikan pernyataan tegas pada Sabtu, 5 April 2025, mengenai kebijakan tarif yang diberlakukan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Dalam respons tersebut, China menegaskan, pasar telah menyampaikan pendapatnya melalui reaksi negatif terhadap kebijakan tarif AS.
Pemerintah China mengimbau Washington untuk melakukan konsultasi yang setara dalam rangka menyelesaikan perbedaan yang ada.
Baca Juga:Presiden Taiwan Bertemu Eksekutif Teknologi, Bahas Dampak Tarif ASTarif Trump Ancam Industri Peralatan Pertanian, Petani Terpaksa Menunda Pembelian
Keputusan AS meningkatkan tarif impor barang-barang China memicu respons negatif di pasar global, dengan penurunan tajam yang dirasakan pada bursa saham internasional.
Reaksi China terhadap Tarif AS
Pernyataan resmi dari Xinhua, lembaga berita milik negara China, menyebutkan, Amerika Serikat harus menghentikan penggunaan tarif sebagai senjata untuk menekan ekonomi dan perdagangan China.
Hal ini menggambarkan ketegangan yang semakin meningkat antara kedua negara besar tersebut, yang juga diwarnai dengan langkah balasan China terhadap kebijakan perdagangan AS.
Meskipun demikian, Paul Chan, Sekretaris Keuangan Hong Kong, menyatakan, wilayahnya tidak akan memberlakukan kebijakan pembalasan serupa.
Chan menegaskan bahwa Hong Kong akan tetap mempertahankan prinsip kebebasan dan keterbukaan pasar, yang menjadi keunggulan ekonomi kawasan tersebut.
Menurut Guo Jiakun, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, pemerintah China menganggap bahwa pasar global telah memberikan reaksinya terhadap kebijakan tarif yang diterapkan AS.
Guo mengunggah gambar yang menunjukkan penurunan signifikan pada pasar AS, yang mencerminkan dampak langsung dari ketegangan perdagangan tersebut.
Baca Juga:Gara-Gara Tarif Baru Penjualan Saham TikTok Tertunda, China Keberatan, Trump Perpanjang Tenggat WaktuDampak Tarif 10 Persen Trump, Mengubah Wajah Perdagangan Global
Sebagai bagian dari kebijakan yang diambil, Presiden Trump menerapkan tarif tambahan sebesar 34 persen pada barang-barang China, meningkatkan total tarif yang dikenakan pada produk China menjadi 54 persen tahun ini.
Selain itu, Trump juga menutup celah perdagangan yang sebelumnya memungkinkan paket bernilai rendah dari China memasuki AS tanpa dikenakan bea cukai.
Kebijakan ini segera direspons oleh China dengan mengenakan tarif 34 persen terhadap barang-barang AS serta membatasi ekspor beberapa komoditas langka, seperti tanah jarang.
Langkah tersebut menambah intensitas perang dagang yang telah berlangsung lama antara kedua negara.
Reaksi pasar tidak dapat dihindari. Bursa saham global mengalami penurunan tajam, yang diperparah dengan pernyataan Trump pada Jumat lalu bahwa ia tidak akan mengubah kebijakan tarifnya.