Foxconn Laporkan Keuntungan Fantastis di Kuartal 1, Tapi Perang Dagang Global Bisa Mengancam

Foxconn
Ilustrasi Foxconn. (DALL-E)
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Foxconn, perusahaan manufaktur elektronik terbesar di dunia asal Taiwan, melaporkan pendapatan kuartal pertama tertinggi sepanjang sejarah.

Pencapaian ini didorong oleh permintaan yang kuat terhadap produk-produk berbasis kecerdasan buatan (AI).

Pada kuartal pertama tahun ini, Foxconn mencatatkan pendapatan sebesar T$1,64 triliun (sekitar $49,5 miliar), yang mencerminkan kenaikan 24,2 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga:Presiden Taiwan Bertemu Eksekutif Teknologi, Bahas Dampak Tarif ASTarif Trump Ancam Industri Peralatan Pertanian, Petani Terpaksa Menunda Pembelian

Meskipun pendapatan tersebut terbilang tinggi, angka ini sedikit lebih rendah daripada perkiraan pasar yang diprediksi mencapai T$1,68 triliun.

Menurut pernyataan perusahaan yang dikutip Reuters, permintaan terhadap produk berbasis AI, terutama untuk divisi produk cloud dan jaringan, memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan pendapatan Foxconn.

Salah satu pelanggan utama Foxconn dalam sektor AI adalah Nvidia, yang terkenal dengan produk chip AI-nya.

Namun, untuk kategori elektronik konsumen pintar yang meliputi perangkat seperti iPhone, pertumbuhannya terbilang stabil atau ”datar” jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Pada bulan Maret, Foxconn juga mencatatkan rekor pendapatan sebesar T$552,1 miliar, yang mengalami kenaikan 23,4 persen dibandingkan dengan Maret tahun lalu.

Foxconn optimis dapat mempertahankan pertumbuhan positif pada kuartal ini, baik jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya maupun dengan periode yang sama tahun lalu.

Namun, perusahaan memperingatkan bahwa perubahan kondisi politik dan ekonomi global yang terus berkembang harus dipantau dengan seksama untuk memastikan dampaknya terhadap bisnis mereka.

Baca Juga:Gara-Gara Tarif Baru Penjualan Saham TikTok Tertunda, China Keberatan, Trump Perpanjang Tenggat WaktuDampak Tarif 10 Persen Trump, Mengubah Wajah Perdagangan Global

Politik global yang sedang berlangsung, khususnya kebijakan perdagangan yang diterapkan oleh Amerika Serikat, dapat memengaruhi prospek Foxconn.

Baru-baru ini, Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan penerapan tarif tambahan sebesar 34 persen untuk barang-barang yang diimpor dari China, yang menjadikan total tarif baru untuk negara tersebut mencapai 54 persen pada tahun ini.

Sementara itu, sebagian besar fasilitas manufaktur iPhone terbesar milik Foxconn terletak di Zhengzhou, China.

Selain itu, Trump juga memberlakukan tarif 32 persen terhadap Taiwan, meskipun banyak pabrik Foxconn berada di luar negeri.

Meskipun Foxconn tidak memberikan proyeksi angka secara spesifik, perusahaan yang juga dikenal dengan nama Hon Hai Precision Industry ini dijadwalkan untuk merilis laporan pendapatan kuartal pertama secara lengkap pada 14 Mei mendatang.

0 Komentar