BTC Milik Satoshi Nakamoto Bisa Terancam Jika Proposal Penggunaan Hard Fork untuk Lindungi Bitcoin Disetujui

Bitcoin
Ilustrasi seorang trader berada di depan layar monitor menyaksikan pergerakan trafik pasar kripto. (DALL-E)
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Bitcoin mungkin akan mengalami perubahan kriptografi besar-besaran jika sebuah proposal baru mendapatkan dukungan yang cukup.

Proposal ini dapat menjadi langkah besar dalam melindungi mata uang kripto tersebut dari ancaman yang muncul seiring dengan perkembangan teknologi komputasi kuantum.

Agustin Cruz, seorang pengembang Bitcoin, telah memperkenalkan sebuah draf Bitcoin Improvement Proposal (BIP) yang diberi nama Quantum-Resistant Address Migration Protocol (QRAMP).

Baca Juga:Foxconn Laporkan Keuntungan Fantastis di Kuartal 1, Tapi Perang Dagang Global Bisa MengancamPresiden Taiwan Bertemu Eksekutif Teknologi, Bahas Dampak Tarif AS

Proposal ini mengusulkan untuk memigrasi seluruh jaringan Bitcoin dari dompet-dompet lama yang menggunakan kriptografi konvensional ke dompet yang lebih aman dengan menggunakan kriptografi pasca-kuantum.

Komputasi kuantum berpotensi menjadi ancaman serius bagi sistem keamanan yang ada saat ini.

Berbeda dengan proses komputasi tradisional yang mengandalkan kode biner (1 dan 0), komputasi kuantum memanfaatkan Quantum bits (qubits), yang dapat berada dalam berbagai keadaan secara simultan.

Peningkatan daya komputasi yang pesat ini diprediksi dapat melemahkan enkripsi yang dibangun oleh mesin-mesin komputasi konvensional.

Oleh karena itu, proposal tersebut berupaya melindungi Bitcoin dari ancaman ini dengan memigrasi jaringan ke sistem yang lebih tahan terhadap serangan kuantum.

Salah satu saran dalam proposal ini adalah bahwa setelah mencapai ketinggian blok yang telah ditentukan, node yang menjalankan perangkat lunak terbaru akan menolak transaksi yang berusaha menggunakan koin dari alamat yang masih mengandalkan kriptografi ECDSA.

Kriptografi ini, menurut Cruz, memiliki potensi untuk rentan terhadap serangan kuantum di masa depan.

Baca Juga:Tarif Trump Ancam Industri Peralatan Pertanian, Petani Terpaksa Menunda PembelianGara-Gara Tarif Baru Penjualan Saham TikTok Tertunda, China Keberatan, Trump Perpanjang Tenggat Waktu

Perdebatan Mengenai Hard Fork

Saat ini, Bitcoin bergantung pada berbagai algoritma, seperti SHA-256 untuk penambangan dan ECDSA untuk tanda tangan.

Cruz menjelaskan, alamat lama yang belum melakukan transaksi dapat terlindungi dengan lapisan tambahan, namun alamat yang sudah mengekspos kunci publiknya—yang digunakan untuk melakukan transaksi—mungkin rentan apabila komputer kuantum yang cukup kuat mulai tersedia.

Untuk melaksanakan proposal ini, dibutuhkan perubahan besar dalam sistem Bitcoin melalui sebuah hard fork.

Hard fork sendiri adalah perubahan pada blockchain yang membuat versi lama tidak kompatibel lagi.

Hal ini tentu akan menjadi tantangan besar bagi komunitas, mengingat konsekuensinya bagi para pengguna Bitcoin yang tidak melakukan migrasi.

0 Komentar