Gara-Gara Tarif Baru Penjualan Saham TikTok Tertunda, China Keberatan, Trump Perpanjang Tenggat Waktu

TikTok
Ilustrasi affiliator tengah menjual produk fesyen di TikTok Live. (DALL-E)
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Kesepakatan yang bertujuan untuk memisahkan aset TikTok di Amerika Serikat (AS) mengalami penundaan setelah China menyatakan keberatan atas kesepakatan tersebut, menyusul pengumuman tarif baru oleh Presiden Donald Trump.

Menurut beberapa sumber yang mengetahui perkembangan ini, keputusan China untuk tidak menyetujui kesepakatan tersebut muncul setelah tarif baru yang diumumkan oleh Trump pekan ini.

Pada Jumat lalu, Trump memperpanjang tenggat waktu selama 75 hari bagi ByteDance, perusahaan induk TikTok, untuk menjual aset TikTok di AS kepada pembeli yang bukan berasal dari China.

Baca Juga:Dampak Tarif 10 Persen Trump, Mengubah Wajah Perdagangan Global5 Kejadian Menyedihkan di Priangan Timur saat Libur Lebaran dalam Sehari, dari yang Meninggal hingga Terbakar

Jika tidak, ByteDance akan menghadapi larangan yang seharusnya sudah mulai berlaku pada Januari 2024 berdasarkan undang-undang yang ada.

Struktur kesepakatan ini, yang hampir final pada hari Rabu, bertujuan untuk memisahkan operasi TikTok di AS menjadi perusahaan baru yang berbasis di AS, yang mayoritas akan dimiliki dan dioperasikan oleh investor AS, sementara ByteDance hanya akan memiliki kurang dari 20 persen saham.

Kesepakatan ini sudah mendapat persetujuan dari investor lama, investor baru, ByteDance, dan pemerintah AS.

Namun, ByteDance mengungkapkan pada Sabtu pagi, 5 April 2025, bahwa perbedaan antara kedua belah pihak masih ada dalam beberapa isu penting.

ByteDance menyatakan bahwa meskipun mereka masih dalam pembicaraan dengan pemerintah AS, belum ada kesepakatan yang tercapai, dan kedua pihak masih memiliki perbedaan besar pada sejumlah isu utama.

Mereka juga mengingatkan bahwa setiap kesepakatan harus mengikuti prosedur tinjauan yang sesuai dengan hukum China.

Kedutaan Besar China di Washington juga mengungkapkan posisinya terkait TikTok, menegaskan bahwa China telah berkali-kali menyatakan sikapnya terkait masalah ini dan menekankan pentingnya melindungi hak dan kepentingan sah perusahaan.

China menentang praktik-praktik yang dianggap melanggar prinsip dasar ekonomi pasar.

Baca Juga:Cari Pengganti De Bruyne, Manchester City Kejar Pedri, Apakah Barcelona Rela Melepasnya?Kylian Mbappe di Jalur Legenda Real Madrid, Ancelotti Bandingkan dengan Cristiano Ronaldo

Seiring dengan perselisihan ini, Trump menjelaskan, kesepakatan tersebut memerlukan lebih banyak waktu untuk memastikan bahwa semua persetujuan yang dibutuhkan dapat ditandatangani.

Menurutnya, negosiasi dengan China masih dapat berlanjut meskipun ada ketegangan terkait tarif timbal balik yang diberlakukan terhadap China.

Trump juga mengungkapkan bahwa China sekarang menghadapi tarif 54 persen atas barang-barang yang diimpor ke AS setelah tarif baru yang diumumkan pekan ini, yang langsung memicu aksi balasan dari China.

0 Komentar