RADARTASIK.ID – Laga klasik antara AS Roma dan Juventus yang akan digelar Senin, 7 April di Stadion Olimpico, kembali menghidupkan memori bersejarah yang tak terlupakan.
Salah satunya adalah saat Francesco Totti mengejek Igor Tudor dalam kemenangan telak 4-0 Roma pada musim 2003-2004.
Seperti di masa lalu, pertandingan Roma melawan Juve kali ini akan menjadi penentu penting dalam perebutan tiket Liga Champions musim depan.
Baca Juga:Roberto De Zerbi Bantah Akan Latih AC Milan: Saya Ingin Bertahan di Marseille Meski Dianggap PenjahatClaudio Ranieri Tak Mau Balas Dendam ke Juventus: Ini Akan Jadi Pertandingan Hebat
Dengan delapan laga tersisa, Juventus berada di posisi kelima dengan 55 poin, hanya terpaut satu angka dari Bologna di posisi keempat. Sementara Roma menguntit di posisi keenam dengan 52 poin.
Di bawah komando Claudio Ranieri dan Igor Tudor, kedua tim akan bertarung memperebutkan poin krusial dalam persaingan papan atas Serie A.
Roma vs Juventus bukan sekadar duel di lapangan hijau. Ini adalah bentrokan penuh gengsi yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Laga ini melibatkan rivalitas antara selatan dan utara Italia, antara kekuatan politik, dan antara dua identitas besar dalam sejarah sepak bola Negeri Pizza.
Salah satu pertandingan paling ikonik dalam rivalitas ini adalah pertemuan di Olimpico pada 8 Februari 2004, ketika Roma menggilas Juventus 4-0.
Laga tersebut dikenang tidak hanya karena hasilnya, tapi juga karena aksi provokatif Francesco Totti kepada bek Juventus saat itu, Igor Tudor.
Pada menit-menit akhir pertandingan, Totti mengejek Tudor dengan gerakan tangan khas sambil mengucap, “Four, home!”—menandakan skor telak dan menyuruh pulang.
Baca Juga:Media Italia Sebut Duel AS Roma vs Juventus Sebagai Pertarungan Para LadyMarcus Thuram Pastikan Skuad Inter Tak Bicarakan Treble Winners di Ruang Ganti
Bertahun-tahun kemudian, Totti menjelaskan insiden itu kepada simbo Juventus, Alessandro Del Piero.
“Saya tidak akan pernah melakukan itu padamu. Tapi Tudor menyikut saya sampai otot dan lengan saya mati rasa. Rasanya sakit luar biasa, saya hampir menangis. Saat kami bertemu lagi, gerakan itu keluar secara naluriah,” ungkap Totti dikutip dari Calciomercato.
Totti juga menyebut laga itu sebagai salah satu penampilan terbaik dalam kariernya, sejajar dengan laga melawan Empoli.
“Bersama Cassano, hampir semua umpan kami berjalan sempurna malam itu,” kenang sang legenda Roma tersebut.
Totti bukan hanya provokator di lapangan, tapi juga kontributor penting. Ia mencetak 1 gol lewat penalti dan menjadi motor serangan Roma yang malam itu tampil luar biasa.