TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Arus balik Lebaran 2025 di jalur alternatif Garut-Tasikmalaya melalui wilayah Singaparna terus menunjukkan peningkatan signifikan. Hingga H+4 Lebaran, Jumat, 4 April 2025, tercatat sebanyak 56.763 kendaraan telah melintasi jalur tersebut, terdiri dari kendaraan roda dua maupun roda empat.
Peningkatan jumlah kendaraan mulai terasa sejak H+1 Lebaran, yakni 1 April 2025. Berdasarkan data dari Dinas Perhubungan Kabupaten Tasikmalaya yang melakukan pencatatan di titik-titik cek poin, pada tanggal tersebut tercatat 14.145 kendaraan melaju dari arah Singaparna menuju Garut.
Angka ini terus bertambah pada hari berikutnya. Tanggal 2 April tercatat 13.356 kendaraan, kemudian naik signifikan menjadi 17.571 kendaraan pada 3 April. Sementara itu, pada tanggal 4 April hingga pukul 13.00 WIB, sebanyak 11.691 kendaraan telah melewati jalur yang sama. Dominasi kendaraan roda empat, terutama mobil pribadi, menjadi ciri khas arus balik tahun ini.
Baca Juga:Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya Sampaikan RLPPD Tahun 2024Diduga Tak Profesional, Bawaslu dan KPU Kabupaten Tasikmalaya Dilaporkan ke DKPP
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Tasikmalaya, AKP Iwan Sujarwo, menyampaikan bahwa volume kendaraan memang meningkat sejak H+1 Lebaran. Ia menyebut bahwa mayoritas kendaraan yang melintas merupakan mobil kecil yang digunakan untuk perjalanan mudik dan balik.
“Meski terjadi lonjakan volume kendaraan, jalur alternatif Garut-Tasikmalaya tetap terpantau ramai lancar tanpa kemacetan berarti,” ujarnya.
AKP Iwan menambahkan bahwa hingga H+4, tidak ditemukan titik kemacetan di sepanjang jalur tersebut. Namun demikian, pihak kepolisian tetap mengantisipasi potensi lonjakan arus yang lebih besar.
AKP Iwan memprediksi bahwa puncak arus balik akan terjadi mulai Jumat (4 April) hingga Sabtu (5 April).
“Kami mengimbau kepada seluruh pengendara agar tetap waspada dan berhati-hati saat melintasi jalur ini, mengingat karakteristik jalan yang berliku dan cenderung licin akibat hujan yang rutin turun setiap sore,” ungkapnya.
Waspada Tanjakan Jalur Gentong
Dalam kondisi normal, tanjakan Gentong tidak begitu masalah untuk dilalui. Namun dalam kondisi padat kendaraan, jalur tersebut bisa menjadi ancaman untuk pengendara mobil.
Kondisi ini selalu terjadi setiap tahunnya di masa arus balik lebaran. Sebagian mobil kesulitan bahkan gagal melewati jalur dengan trek menanjak dengan tikungan tajam saat kondisi lalu lintas padat.