RADARTASIK.ID – Alessandro Nesta, mantan bek tangguh Lazio dan AC Milan, menilai Ronaldo Nazário lebih unggul dari Lionel Messi dalam duel satu lawan satu.
Dalam wawancara panjang dengan Prime Video, Nesta mengenang kekalahan Lazio dari Inter Milan di final Piala UEFA 1998/99.
Ia mengakui bahwa Inter saat itu adalah tim yang sangat kuat, terutama karena kehadiran pemain seperti Ronaldo dan Javier Zanetti.
Baca Juga:Update Terbaru Pencairan Dana PIP Tahap 1 Tahun 2025: Begini Cara MengeceknyaPerforma chipset Infinix Note 50 Pro Plus 5G Dengan skor AnTuTu 1,3 Jutaan
“Ronaldo Il Fenomeno benar-benar di atas semua orang. Saya pernah bermain dengan dan melawan Messi, juga menghadapi Cristiano Ronaldo saat ia masih muda, baik di Real Madrid maupun Manchester United,” kata Nesta dikutip dari Calciomercato.
“Tapi malam itu, di final Lazio-Inter, ketika saya terjatuh dalam foto terkenal itu, adalah mimpi buruk,” lanjutnya.
“Inter saat itu bukan tim yang luar biasa, mereka memiliki pemain bagus, ada Zanetti, ada lainnya. Tapi kemudian ada ‘orang itu’ – begitu ia mendapatkan bola, semuanya berubah! Gila, sungguh luar biasa,” kenangnya.
Nesta kemudian mengungkapkan bahwa para pemain Lazio saat itu mencoba mengintimidasi Ronaldo, tetapi sang striker Brasil tetap tenang dan tersenyum.
“Kami mengancamnya selama pertandingan, berkata: ‘Sekarang kami akan membelahmu jadi dua!’ Tapi ia hanya tertawa,” kenangnya.
Nesta menceritakan betapa sulitnya menghadapi Ronaldo Nazário, yang dikenal dengan kecepatan, teknik, dan penyelesaian akhir mematikan, bahkan dibandingkan dengan pemain hebat lain seperti Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.
“Saya bahkan berkata, ‘Saya akan menyerangmu sekarang!’ karena ia terus melakukan trik meski Inter sudah unggul 3-0. Tapi ia tak pernah bisa disentuh. Saya bahkan tidak bisa menendangnya,” tanbahnya,
Baca Juga:Bocoran Tecno Pova 7 Pro! Bakal Hadir dengan Kamera Canggih dan Performa Kencang!Spesifikasi Lengkap Vivo Y19 Terbaru: Smartphone Murah dengan Performa Andal
“Dia benar-benar menghancurkan kami. Saya bermain dengan harga diri, tetapi saya sadar bahwa saya tidak bisa menghentikan seseorang sekuat itu,” ujarnya.
“Jika menilai dari karier, Messi jelas lebih baik. Tetapi jika berbicara tentang pertandingan satu kali, Ronaldo lebih berbahaya. Ia membuat Anda terlihat bodoh – ia menunggu, menargetkan Anda, lalu menghancurkan Anda,” jelasnya.
“Dan yang paling menyebalkan? Ia selalu tersenyum. Saya dulu mudah marah, tetapi selalu menghormatinya,” tuturnya.