Ini Pesan Srikandi Kebersihan Bagi Warga Kota Resik! 

MENYAPU
Petugas Kebersihan Srikandi saat menyapu sampah di Jalan KHZ Mustafa Kota Tasikmalaya. (Ayu Sabrina / Radartasik.id)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Genangan air saat hujan deras mengguyur Kota Tasikmalaya menyisakan tanya. Salah satunya, kinerja Pasukan Hijau Kuning dalam membersihkan sampah dan berantas Tempat Pembuangan Sementara (TPS) liar.

Srikandi, julukan bagi tim penyapu jalanan berjenis kelamin perempuan. Mereka berperan penting dalam memastikan kebersihan jalanan di Kota Resik.

Selepas hujan deras mengguyur, mereka harus membersihkan sampah yang meluap ke jalanan. Menyisakan rintik-rintik hujan dan sampah dedaunan hingga plastik, dengan sukar mereka mengayunkan sapu lidi dan mengandalkan tangan kosong, memungut sampah-sampah di kota.

Baca Juga:Libur Lebaran Seru di Alhambra Hotel & Convention, Hadirkan Paket Family Suite yang Banyak UntungnyaSharp Greenerator Tebarkan Semangat Kebaikan serta Pelestarian Lingkungan di Bulan Ramadan

Srikandi Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya itu menyampaikan pesan pada warga kota untuk memilah sampah dan tidak membuangnya sembarangan. Ajakan ini bertepatan dengan momentum lebaran, yang disinyalir jadi waktu paling banyak menimbulkan sampah berserakan di muka kota.

“Ka para ibu, bapak, nu bade mudik, nu bade ameng ka HZ, abdi kaleresan tugas kebersihan di seputaran HZ Taman Kota. Mangga wae, mung sing emut kana sampahna teu kenging miceun di mana wae. Margi bilih banjir. Hapunten pisan, nyuhunkeun perhatosanana. Nuhun,” ujar Ike, perwakilan Srikandi Kota Tasikmalaya, dalam video pendek diunggah Instagram Kominfo. “Abdi ti Lebaran masih keneh bebersih,” tambahnya.

Kepada Radar, Ike pernah mengatakan bahwa sampah yang menumpuk kerap tersapu air ke tengah jalan.

“Wah yang paling susah itu pas udah hujan deras, plastik, daun nempel. Kita kadang susah buat menyapu-nya, harus pakai tenaga ekstra,” terangnya, Kamis (3/4/2025).

Seakan sudah biasa dengan bau busuknya, perempuan yang sudah lebih dari 10 tahun jadi Srikandi itu sudah ‘bersahabat’ dengan sampah di Kota Tasikmalaya itu.

“Ya sudah biasa sih, kalau dulu awal-awal memang ada ras jijik, dan enek. Tapi ya mau gimana lagi,” selorohnya.

Saat disinggung mengenai tumpukkan sampah yang sempat disinggung sebagai penyebab banjir, ia mengatakan bahwa Srikandi sudah bekerja dengan optimal.

Baca Juga:Plaza Asia Bukber dan Santuni  500 Anak PantiSDN Rahayu Membentuk Siswa yang Dermawan

“Kita sudah menjalankan tugas sebagaimana mestinya. Kalau hujan memang suka banyak yang ke jalanan (sampah) karena memang sekarang yang nyampah makin banyak,” tandas Ike.

0 Komentar