CIAMIS, RADARTASIK.ID – Hujan intensitas tinggi pada Rabu 2 April 2025 mengakibatkan bencana alam di beberapa wilayah Kabupaten Ciamis. Mulai dari bencana alam tanah longsor hingga banjir.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis mencatat ada bencana alam tanah longsor di Dusun Sukamantri RT 39/RW 10 Desa Neglasari Kecamatan Pamarican.
Totalnya ada tiga titik tanah longsor yang menutup badan jalan penghubung Pamarican Kabupaten Ciamis ke Langkaplancar Kabupaten Pangandaran.
Baca Juga:Libur Lebaran Seru di Alhambra Hotel & Convention, Hadirkan Paket Family Suite yang Banyak UntungnyaSharp Greenerator Tebarkan Semangat Kebaikan serta Pelestarian Lingkungan di Bulan Ramadan
“Alat berat sudah di tempat semalam untuk memindahkan material tanah longsor supaya bisa dilewati kendaraan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani kepada wartawan, Kamis (3/4/2025).
Alat berat pun sampai saat ini masih membersihkan material tanah longsor. Karena ada beberapa titik yaitu di dua Dusun Sukamantri Desa Neglasari Kecamatan Pamarican.
Tanah longsor juga terjadi di Dusun Sambungjaya RT 18/ RW 07 Desa Sukahurip Kecamatan Pamarican. Tanah longsor tersebut berasal dari tebing yang menimpa kandang ayam dan dapur. “Saat ini BPBD berkoordinasi dengan aparat setempat untuk melakukan asesmen penanganan tanah longsor,” katanya.
Selain tanah longsor Kecamatan Pamarican, tepatnya Desa Sukahurip mengalami kebanjiran akibat Sungai Citalahab meluap. Sehingga mengakibatkan puluhan rumah dan sawah warga terendam dengan ketinggian 10 hingga 40 sentimeter.
“Yang terdampak di Dusun Sambungjaya RT 12/RW 05 terdapat 12 rumah dengan 15 Kepala Keluarga (KK) terdapat 30 jiwa, RT 04/RW 06 terdapat 15 rumah dengan 15 KK terdapat 35 jiwa. Sedangkan Dusun Kertajaya di RT 25/RW 11 area persawahan siap panen terendam sekitar 20 hektare,” ujarnya.
Lebih lanjut, banjir juga menerjang Desa Puloerang Kecamatan Lakbok. Akibatnya puluhan rumahnya terendam dengan ketinggian 20 sentimeter. Dengan rincian, sebanyak 30 rumah terendam air di RT 24, 26 rumah terendam air di RT 25 dan 10 rumah terendam air di RT 27. Rumah tersebut terendam akibat drainase dan selokan yang meluap. “Akan tetapi saat ini sudah berangsur surut,” katanya.
Lebih lanjut, banjir pun terjadi di Desa Cintaratu Kecamatan Lakbok. Akibatnya dua dusun terendam dengan ketinggian 10-15 cm.
Baca Juga:Plaza Asia Bukber dan Santuni 500 Anak PantiSDN Rahayu Membentuk Siswa yang Dermawan
Dusun Citamiang RT 07/RW02 ada 10 rumah terendam dengan ada 10 kepala keluarga dengan ada 25 jiwa. Selain itu Dusun Cibodas RT 16/ RW 04 ada 9 rumah terendam terdapat 9 KK dengan 20 jiwa. “Akan tetapi air pun sudah mulai surut,” ujarnya. (Fatkhur Rizqi)