BANJAR, RADARTASIK.ID – Seorang penumpang bus Budiman ditemukan meninggal dunia di dalam bus pada Rabu, 2 April 2025, sekitar pukul 16.30 WIB, di kompleks Terminal Tipe A Kota Banjar.
Korban yang diketahui bernama Agus Mulyaman, seorang pemudik berusia 57 tahun, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa saat bus berhenti di terminal tersebut.
Kapolsek Banjar, AKP Yudi Ristiyanto, mengonfirmasi kejadian tersebut dan menyatakan bahwa petugas segera menangani dan membawa korban ke RSUD Kota Banjar.
Baca Juga:Pulang dari Pangandaran, Mobil Warga Tasik Terbakar Sampai Hangus di Kota Banjar, Ada 8 Penumpang di DalamnyaLapas Banjar Berikan Remisi Khusus Lebaran, 5 Warga Binaan Langsung Bebas
Menurut informasi yang dihimpun, Agus Mulyaman naik Bus Budiman Jurusan Cilacap-Tasikmalaya pada pukul 16.00 WIB di daerah warung batok, Desa Panulisan, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Namun, saat bus sampai di Terminal Tipe A Kota Banjar, korban yang duduk di barisan ketiga kursi kanan tidak memberikan respons saat penumpang lain mencoba turun.
Sang sopir, yang menyadari ada sesuatu yang tidak beres, mendekati korban untuk membangunkannya. Sayangnya, korban tetap tidak bergerak.
Upaya untuk membangunkan Agus oleh sopir dan penumpang lainnya tidak membuahkan hasil, yang kemudian memunculkan kekhawatiran bahwa korban telah meninggal dunia.
Salah satu penumpang menghubungi pihak kepolisian yang sedang berjaga di pos pelayanan terminal.
Setelah petugas gabungan dari Polsek Banjar dan Palang Merah Indonesia (PMI) tiba di lokasi, korban langsung dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.
”Setiba di IPJ (Instalasi Pemulasaraan Jenazah) RSUD Kota Banjar, istri korban sudah di lokasi dan menerangkan bahwa suaminya memiliki riwayat jantung, hipertensi dan diabetes,” terang AKP Yudi Ristiyanto seraya menambahkan bahwa korban juga sering mengeluhkan sakit di bagian dada kiri.
Baca Juga:Jalur Kereta Api Terdampak Longsor di KM 238 Manonjaya Tasik, Penumpang di Stasiun Banjar Dialihkan ke BusPemkot Banjar Bentuk Satgas Pemberantasan Premanisme, Langsung Bergerak Lakukan Pencegahan
Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan menerima meninggalnya Agus Mulyaman sebagai takdir.
Dokter forensik RSUD Kota Banjar, dr Hendrik, menyimpulkan, korban meninggal dunia akibat serangan jantung, tanpa ada tanda-tanda kekerasan atau kejahatan pada tubuh korban.
Jenazah Agus Mulyaman kemudian dibawa ke rumah duka oleh keluarga untuk dimakamkan. (Anto Sugiarto)