Jejak Panjang Ray Sahetapy, Sang Legenda di Dunia Perfilman Indonesia

Ray Sahetapy
Ray Sahetapy sang aktor legenda Indonesia
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Kini Indonesia telah kehilangan salah satu aktor legenda, Ray Sahetapy yang meninggal dunia.

Kabar duka ini pertama kali diumumkan oleh sang anak, Surya Sahetapy, melalui unggahan di Instagramnya.

Kepergian Ray Sahetapy meninggalkan duka mendalam bagi dunia perfilman Indonesia, mengingat kontribusi besar yang telah ia berikan selama puluhan tahun.

Baca Juga:Keseruan Sejumlah Artis Indonesia Rayakan Lebaran 2025, Dari Jirayut hingga Angga Yunanda di MakkahSerial Netflix Terbaru yang Tayang April 2025, Ada Animasi Hingga Series Korea

Perjalanan Karier Ray Sahetapy

Ray Sahetapy dikenal sebagai aktor serba bisa yang telah membintangi berbagai genre film dan serial sejak era 1980-an.

Ia mengawali kariernya dengan membintangi film Gadis, di mana ia berperan sebagai Jaka.

Sejak saat itu, namanya mulai dikenal luas di industri perfilman nasional.

Beberapa film populer yang pernah Ray Sahetapy bintangi:

– Dukun Ilmu Hitam (sebagai Panji)

– Ponirah Terpidana (sebagai Jarkasi)

-Darah dan Mahkota Ronggeng (sebagai Rasus)

– Opera Jakarta (sebagai Joko)

– Terowongan Casablanca (sebagai Ray)

– The Raid (sebagai Tama)

– Chrisye (sebagai Ayah Chrisye)

– Sebelum Iblis Menjemput (sebagai Lesmana)

Selain film, Ray juga sering terlibat dalam produksi serial televisi dan web.

Dedikasinya di dunia seni peran menjadikannya salah satu aktor yang paling dihormati di Indonesia.

Selain aktif di dunia perfilman, Ray Sahetapy juga dikenal sebagai seniman teater. Ia mendirikan Teater Tujuh, sebuah sanggar teater tuli pertama di Jakarta.

Teater ini dibangun dengan tujuan mengembangkan kreativitas komunitas tuli, terinspirasi oleh kedua anaknya, almarhum Gisca dan Surya Sahetapy.

Baca Juga:Penyanyi Danilla Riyadi Umumkan Telah Menikah dengan Satryo Rizqi RamadhanDaftar Lengkap Promo Bioskop Indonesia Selama Libur Lebaran 2025

Dalam unggahan pada 2 Juni 2023, Ray menulis bahwa Teater Tujuh adalah bentuk dedikasinya dalam mendukung kesetaraan dan kreativitas bagi teman-teman tuli.

Hal ini menunjukkan betapa besar kepedulian Ray terhadap seni dan kemanusiaan.

0 Komentar