Kartu Merah Inzaghi, Cara Sang Pelatih Inter Melindungi Anak Asuhnya dari Tekanan Media

Simone Inzaghi
Simone Inzaghi Foto: Tangkapan layar Instagram
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Tidak ada pelatih Seria A yang punya rekor kartu seperti Simone Inzaghi musim ini.

Sang pelatih Inter telah mengubah pendekatannya, tidak hanya di luar lapangan dan dalam wawancara, tetapi juga dalam cara ia menghadapi pertandingan.

Saat menghadapi Udinese, Inzaghi mencatat rekor pribadinya di Serie A: menerima kartu kuning dan kemudian kartu merah dalam satu laga.

Baca Juga:Coppa Italia: Jalan AC Milan Gagalkan Impian Treble Winners Inter MilanSiapa Tiga Pemain Primavera Inter Milan yang Dipanggil Inzaghi Jelang Derbi Milan?

Pada Senin dini hari di San Siro, Inzaghi bahkan diusir keluar karena berlari ke tengah lapangan uttuk memprotes keputusan wasit pada menit ke-93.

Ia kesat karena wasir Chiffi yang tidak meniup peluit atas dugaan pelanggaran sebelum peluang emas Udinese.

Sebelumnya, di babak kedua, ia sudah menerima kartu kuning akibat protes keras di luar area teknis.

Total 10 kartu—1 kartu merah dan 9 kartu kuning—menjadikan Inzaghi pelatih dengan catatan disiplin terbanyak musim ini di Serie A yang menjadi rekor terbaru dalam kariernya.

Selama bertahun-tahun di Lazio, ia jarang menunjukkan emosi berlebihan di bangku cadangan, tetapi musim ini berbeda.

Dengan rata-rata satu kartu kuning setiap tiga laga, jelas bahwa Inzaghi lebih vokal dan konfrontatif dalam menghadapi keputusan wasit.

Menurut laporan media Italia, Calciomercato, Inzaghi memahami bahwa tekanan di Serie A lebih banyak tertuju pada Inter dibanding pesaing lainnya.

Baca Juga:Fabio Capello: AC Milan Tak Punya Peluang Menang Lawan Inter di Coppa ItaliaFederico Dimarco: Inter Berisiko Keluar Jalur Jika Kehilangan Ketenangan

Oleh karena itu, ia memilih tampil habis-habisan, bukan hanya secara taktik, tetapi juga secara emosional, untuk melindungi timnya dari tekanan media Italia yang terkenal kejam.

Ia rela mendapat kartu dari wasit karena ingin memastikan bahwa timnya tetap fokus, tidak terpengaruh oleh faktor luar, dan memiliki dorongan mental yang kuat dalam momen krusial musim ini.

Perubahan ini juga mencerminkan evolusi Inzaghi sebagai pelatih: dari sekadar peracik strategi menjadi sosok pemimpin yang siap bertarung bersama timnya.

Dengan musim yang masih penuh tantangan, Inter kini memiliki pelatih yang tidak hanya mengatur taktik dari tepi lapangan, tetapi juga menunjukkan keberanian dan semangat juang yang sama seperti para pemainnya.

0 Komentar