Juventus semakin terpuruk hingga puncaknya pada Februari Marcelo Lippi akhirnya mengundurkan diri setelah kekalahan memalukan 2-4 dari Parma di kandang sendiri.
Tudor Kembali Bersinar di Bawah Asuhan Ancelotti
Kedatangan Carlo Ancelotti ke Juventus diharapkan membawa perubahan besar. Namun, bagi Igor Tudor, peran utamanya mulai berkurang.
Di bawah kepemimpinan pelatih asal Reggiolo itu, Tudor lebih sering menjadi pilihan alternatif bagi duet bek tengah utama, Mark Iuliano dan Paolo Montero.
Baca Juga:Pemimpin Curva Sud Bantah Cari Uang dari Penggemar AC Milan: "Saya Memilki Hubungan yang Baik dengan Klub"Napoli vs AC Milan: Lukaku Incar Gol ke-400 ke Gawang Rossoneri
Musim 1998/99 menjadi tahun yang sulit bagi Juventus. Mereka tersingkir di perempat final Coppa Italia oleh Bologna, gagal melaju ke final Liga Champions setelah dikalahkan Manchester United di semifinal, dan hanya finis di posisi ketujuh Serie A.
Hasil tersebut membuat Juventus harus bermain di Piala Intertoto musim panas berikutnya.
Meski demikian, musim pertama Tudor di Italia cukup impresif. Ia tampil dalam 36 pertandingan di semua kompetisi, mencetak satu gol, serta memberikan satu assist krusial kepada Antonio Conte dalam kemenangan atas Bari di laga terakhir Serie A.
Pada musim 1999/2000, jumlah penampilan Tudor menurun akibat masalah fisik yang mulai menghambat konsistensinya.
Di bawah Ancelotti, ia hanya mencatatkan 28 pertandingan, termasuk laga play-off Eropa.
Meski begitu, ia tetap memberikan kontribusi penting dengan mencetak dua gol—satu di Serie A dalam hasil imbang 1-1 melawan Fiorentina pada 19 Desember 1999, serta satu lagi di Piala UEFA saat Juventus menang 3-1 atas Panathinaikos di babak 32 besar.
Ia juga menyumbangkan satu assist di Piala Intertoto, yang menjadi trofi pertamanya bersama Juventus.
Baca Juga:Francesco Totti Akui Tak Pernah Nongkrong Bareng Nesta: "Kami Simbol AS Roma dan Lazio"Saran Capello untuk Calon Pelatih AS Roma Musim Depan: "Cari Seseorang yang Memahami Nilai Klub"
Musim itu, Juventus kembali mengalami pasang surut. Mereka bersaing ketat dengan Lazio dalam perebutan Scudetto, tetapi kehilangan gelar pada pekan terakhir setelah kalah 0-1 dari Perugia dalam pertandingan yang terkenal dengan hujan deras pada 14 Mei 2000.
Tudor hanya bisa menyaksikan kekalahan tersebut dari tribun penonton.
Musim 2000/01: Dari Bek Jadi Pencetak Gol Andalan
Pada musim 2000/01, Tudor mulai mendapatkan peran yang lebih signifikan. Ancelotti menerapkan lebih banyak variasi formasi, memainkannya sebagai bek kanan dalam skema empat bek atau sebagai bek tengah dalam formasi tiga bek.