Santiago Gimenez Beritahu Cara AC Milan Lolos ke Liga Champions: "Jangan Lihat Klasemen"

Santiago Gimenez
Santiago Gimenez Tangkapan layar Instagram@acmilan
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Santiago Gimenez datang dengan harapan besar di AC Milan, namun hingga kini belum mampu membalikkan tren negatif timnya.

Meski begitu, para penggemar masih menaruh ekspektasi tinggi pada pemain yang akrab disapa Bebote ini terutama saat menghadapi Napoli, Senin 31 Maret di Stadion Maradona.

Dalam wawancara dengan Corriere della Sera, ia berbicara tentang tekanannya di Milan dan cara terbaik bagi timnya untuk mengamankan tiket Liga Champions musim depan.

Baca Juga:Capello Sindir Ibrahimovic: "Ia Penasihat bagi Pemilik yang Mengaku Bos AC Milan"Benjamin Pavard Yakin Inter Bisa Raih Treble Winners: "Saya Ingin Lebih Banyak Trofi Lagi"

Gimenez menyadari bermain di klub sebesar Milan bukanlah tugas mudah mengingat harapan besar yang dibebankan kepadanya.

“Ini suatu kehormatan. San Siro sulit dijelaskan dengan kata-kata, terutama bagi mereka yang belum pernah merasakannya,” ujar Gimenez dikutip dari Tuttomercatoweb.

“Saya tahu para penggemar mengharapkan banyak dari saya, karena mereka terbiasa dengan striker hebat di masa lalu: Ibra, Kakà, Ronaldinho. Saya mencetak banyak gol di Feyenoord. Sekarang saatnya untuk mulai mencetak gol bersama Milan juga,” lanjutnya.

Saat ditanya apakah Milan masih bisa finis di posisi empat besar, Gimenez menegaskan bahwa timnya harus fokus mencari kemenangan dan tidak boleh terlalu terpaku pada tabel klasemen.

“Ya, tentu saja masih mungkin. Tapi kita tidak boleh melihat klasemen. Kita hanya harus fokus memenangkan pertandingan demi pertandingan, seperti di Coppa Italia,” ungkapnya.

“Saya bahkan tidak sabar untuk bermain di derby, rasanya sangat menegangkan,” katanya.

Gimenez juga mengungkapkan perasaannya jelang pertandingan melawan Napoli di Stadion Diego Armando Maradona.

Baca Juga:Hanya Dijadikan Pelatih Sementara, Ini 2 Syarat Igor Tudor Bertahan di Juventus Musim DepanRonaldo Akui Kariernya Hampir Berakhir di Inter Milan: "Saya Menangis Ketakutan"

“Maradona bukan hanya milik orang Argentina, dia adalah warisan dunia. Bermain di stadion yang menyandang namanya akan menjadi pengalaman yang luar biasa,” tuturnya.

Terakhir, ia menjelaskan arti kata Soldado de Cristo (Prajurit Kristus) yang ditulisnya dalam bio Instagram pribadinya.

“Ada satu bagian dalam Alkitab yang berbicara tentang perlengkapan senjata Allah: perisai iman, ketopong keselamatan, pedang Roh yang merupakan Firman Allah,” tuturnya.

“Itu adalah bagian yang saya sukai. Saya di sini untuk memenuhi tujuannya, pertama sebagai seorang pria, lalu sebagai pesepak bola. Itulah misi saya,” tutupnya.

0 Komentar