RADARTASIK.ID – Bagi Anda yang sedang mencari cara memilih baterai motor listrik, kami akan mengulasnya di artikel kali ini.
Baterai merupakan komponen utama dalam motor listrik yang menentukan daya tahan, jarak tempuh, serta performa kendaraan.
Untuk itu memilihnya harus dilakukan dengan cermat agar mendapatkan jenis yang sesuai dengan kebutuhan.
Baca Juga:7 Jenis Pekerjaan yang Cocok Pakai HP Itel P70, Baterai Awet Harga BersahabatRekam dan Edit Seperti Pro! Ini 5 Kelebihan Kamera Vivo V50 Untuk Video Konten
Seperti dilansir dari kanal Ragam Media, terdapat beberapa faktor yang perlu diperhatikan saat memilih baterai motor listrik, di antaranya:
1. Kapasitas Baterai (Ah)
Semakin besar kapasitas baterai, semakin jauh jarak tempuh yang bisa dicapai. Misalnya, baterai 20Ah lebih unggul dibandingkan baterai 12Ah.
2. Tegangan Baterai (Volt)
Tegangan yang lebih besar menghasilkan tenaga yang lebih kuat untuk motor listrik.
3. Waktu Pengisian
Sebaiknya pilih baterai dengan waktu pengisian yang lebih singkat untuk efisiensi pemakaian.
4. Siklus Hidup Baterai
Siklus hidup menunjukkan berapa kali baterai bisa diisi ulang sebelum mengalami degradasi.
Biasanya berkisar antara 500 hingga 1.000 siklus.
5. Keamanan
Pastikan baterai yang digunakan kompatibel dengan controller dan motor kendaraan agar tidak menimbulkan kerusakan atau bahkan risiko kebakaran.
6. Biaya
Harga baterai biasanya sebanding dengan kapasitas dan kualitasnya.
Jenis Baterai Motor Listrik yang Umum Digunakan
Ada beberapa jenis baterai motor listrik yang tersedia di pasaran, masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahan.
Berikut adalah empat jenis baterai yang sering digunakan:
1. Sealed Lead Acid (SLA)
Baterai SLA adalah pilihan ekonomis untuk motor listrik.
Baca Juga:Game Berat yang Bisa Dimainkan di HP Infinix Note 50, Gaming Lancar Tanpa LagAnti Maling! Review Sunra Future, Motor Listrik Dengan Sistem Keyless Yang Bisa Kunci Otomatis
Namun, jenis ini memiliki beberapa kekurangan, seperti waktu pengecasan yang lama dan bobot yang cukup berat.
Meskipun demikian, baterai SLA tetap digunakan karena harganya lebih terjangkau dan memiliki ketahanan cukup baik dengan siklus hidup 300 – 1.200 siklus.
2. Lithium-Ion (Li-ion)
Baterai ini merupakan baterai terbaik untuk motor listrik karena lebih ringan, memiliki kepadatan energi tinggi (150 – 200 Wh), dan dapat diisi ulang lebih cepat dibandingkan baterai SLA.
Siklus hidupnya mencapai 500 – 1.000 kali pengisian dengan masa pakai 3 – 5 tahun.
3. Lithium Iron Phosphate (LiFePO4 / LFP)
Jenis baterai ini lebih aman dibandingkan Li-ion karena menggunakan fosfat besi sebagai katoda.
Kapasitas penyimpanannya berkisar 90 – 120 Wh dan mampu bertahan hingga 5 – 10 tahun.