RADAR TASIK.ID – Presiden La Liga, Javier Tebas, mengungkapkan bahwa dirinya telah melaporkan Manchester City ke Komisi Eropa atas dugaan “penipuan keuangan” dan persaingan tidak sehat.
Skandal baru tampaknya mengancam Manchester City usai tuduhan pelanggaran Financial Fair Play di Liga Inggris.
Kali ini, klub asal Inggris tersebut menjadi sasaran Liga Spanyol, yang secara resmi mengajukan laporan ke Komisi Eropa.
Baca Juga:Curva Sud AC Milan Kibarkan Bendera Putih Usai Ditekuk Bologna 2-1Marco Parolo: AC Milan Mustahil Lolos ke Liga Champions
Tebas mengonfirmasi hal ini dalam pidatonya di Financial Times’ Business of Football Summit, di mana ia membahas kondisi sepak bola di Eropa dan melontarkan tuduhan baru terhadap The Citizens.
Presiden La Liga ini menuduh Manchester City melakukan penipuan keuangan dan persaingan tidak sehat melalui struktur bisnis yang diduga dirancang untuk menghindari aturan keuangan sepak bola Eropa.
Menurut Tebas, Manchester City memanfaatkan jaringan perusahaan di luar City Football Group (CFG) untuk mengalirkan dana dengan cara yang tidak transparan.
Salah satu skema yang ia soroti adalah penggunaan perusahaan pencari bakat dan pemasaran yang mengenakan biaya tinggi kepada pihak luar tetapi menagih Manchester City dengan harga yang jauh lebih rendah.
Hal ini memungkinkan City memperoleh keuntungan finansial yang tidak wajar dibandingkan klub lain yang tunduk pada regulasi keuangan yang lebih ketat.
Selain itu, Tebas menilai bahwa grup Etihad, yang memiliki hubungan erat dengan kepemilikan City, telah mendistorsi pasar sepak bola internasional dengan memberikan sponsorship yang tidak sesuai dengan nilai pasar sebenarnya.
La Liga menyebut praktik ini sebagai bentuk “penyimpangan keuangan” yang dapat merusak keseimbangan kompetisi di Eropa.
Baca Juga:AC Milan Dikalahkan Bologna, Jurnalis Italia: Conceicao Lebih Buruk dari FonsecaKisah Unik Malcom Olivera: Pemain Brasil yang Dimiliki AS Roma Hanya Semalam
Sebagai tindak lanjut, Tebas melaporkan Manchester City ke Komisi Eropa pada Juli 2023 setelah adanya peraturan baru Uni Eropa yang memungkinkan penyelidikan terhadap perusahaan semacam City Football Group.
Tebas berharap investigasi ini dapat mengungkap praktik finansial yang dianggapnya merugikan klub lain dan menodai fair play dalam sepak bola Eropa.
“Yang menjadi perhatian saya adalah Manchester City memiliki sejumlah perusahaan di luar City Football Group. Mereka memiliki perusahaan pencari bakat dan pemasaran yang mengumpulkan biaya tinggi, tetapi justru menagih Manchester City dengan jumlah yang jauh lebih rendah,” ujar Tebas dikutip dari Tuttomercatoweb.