Mantan Pelatih AS Roma Dinobatkan sebagai Manajer Terburuk dalam Sejarah Liga Inggris

Ivan Juric
Ivan Juric Tangkapan layar Instagram@officialasroma
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Mantan pelatih AS Roma, Ivan Juric, mendapat predikat sebagai manajer terburuk dalam sejarah Liga Inggris.

Setelah dipecat oleh Roma pada November lalu akibat hasil buruk dalam 12 pertandingan, Juric kemudian ditunjuk sebagai pelatih kepala Southampton ketika tim tersebut berada di dasar klasemen Premier League.

Namun, harapannya untuk membalikkan keadaan justru berujung pada hasil yang lebih buruk dibandingkan sebelumnya.

Baca Juga:Simone Inzaghi Andalkan Bocah Ajaib dari Tim Primavera Saat Lakoni Duel Scudetto Lawan NapoliPresiden La Liga Laporkan Manchester City atas Dugaan Penipuan Keuangan

Hingga kini, Southampton di bawah asuhannya telah menelan 10 kekalahan dalam 12 pertandingan, dengan rata-rata hanya mencetak 0,3 poin per laga.

Media Inggris pun menobatkanya sebagai manajer terburuk dalam sejarah liga.

Namun, Juric tetap bersikeras ingin bertahan walaupun Southampton tertinggal 13 poin dari zona aman, menjadikan degradasi hampir tak terhindarkan.

“Saya ingin bertahan. Saya tahu situasinya sulit dan degradasi adalah kemungkinan yang nyata,” ujar Juric dikutip dari RomaPress.

“Ide saya tetap sama sejak datang ke Inggris, yaitu membangun sesuatu. Saya sadar harus bersabar,” lanjutnya.

Di sisi lain, Chelsea dikabarkan sedang memantau Aaron Ramsdale, kiper Southampton yang kini berjuang di zona degradasi.

Kiper 26 tahun itu sempat menjadi pilihan utama Arsenal, tetapi kini harus puas bermain di klub yang terancam turun kasta.

Musim ini, ia sudah tampil 19 kali, kebobolan 45 gol, dan hanya mencatat dua clean sheet.

Baca Juga:Curva Sud AC Milan Kibarkan Bendera Putih Usai Ditekuk Bologna 2-1Marco Parolo: AC Milan Mustahil Lolos ke Liga Champions

Menurut laporan talkSPORT, dalam kontraknya di St. Mary’s Stadium terdapat klausul pelepasan jika Southampton terdegradasi.

Dengan posisi 13 poin dari zona aman dan hanya 11 laga tersisa, kemungkinan besar Ramsdale akan tersedia di bursa transfer musim panas.

Chelsea disebut ingin memanfaatkan peluang tersebut karena masih belum memiliki penjaga gawang yang benar-benar meyakinkan.

Baik Filip Jorgensen maupun Robert Sánchez belum tampil konsisten sepanjang musim ini.

The Blues sebelumnya memang pernah tertarik pada Ramsdale, tetapi saat itu Mikel Arteta memilih mempertahankannya untuk menjadi pesaing David Raya.

Kini, dengan situasi yang berbeda, Chelsea bisa memiliki jalur lebih jelas untuk mengamankan tanda tangannya, asalkan mereka menjadikannya target utama.

0 Komentar