Siapakah Pembakar Sampah yang Bikin Kondisi Taman Alun-Alun Singaparna di Kabupaten Tasikmalaya Menjadi Kumuh?

taman alun-alun singaparna
Sebagian area di Taman Alun-Alun Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, dijadikan tempat pembakaran sampah, Kamis, 27 Februari 2025. (Ujang Nandar/Radartasik.id)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Taman Alun-Alun Singaparna di Kabupaten Tasikmalaya, yang seharusnya menjadi ruang terbuka hijau yang nyaman bagi masyarakat, kini menghadapi permasalahan kebersihan.

Salah satu faktor yang menciptakan kesan kumuh adalah adanya tempat pembakaran sampah di tengah taman. Hal ini terlihat jelas pada Kamis, 27 Februari 2025.

Kondisi ini menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya, terutama dalam upaya menata ulang kawasan tersebut.

Baca Juga:Daftar 10 Orang Terkaya di Indonesia dan Sumber Kekayaan Mereka yang Tidak Semua Orang TahuSpekulasi Kepergian Arda Guler dan Endrick, Ancelotti Ungkap Rencana Jangka Panjangnya di Real Madrid

Dalam upaya penataan taman, Pemkab Tasikmalaya juga membatasi operasional Pedagang Kaki Lima (PKL), yaitu dari pukul 15.00 hingga 22.00 WIB.

Namun, keberadaan tempat pembakaran sampah di area taman menjadi kontradiksi dengan upaya tersebut.

Hasil pemantauan di lokasi menunjukkan bahwa tempat pembakaran sampah tersebut memperburuk kondisi taman.

Tidak hanya menciptakan kesan kumuh, tetapi juga diperparah dengan adanya tumpukan keranjang buah bekas dan terpal yang rusak.

Salah satu pengunjung, Irawan (45), berpendapat bahwa keberadaan tempat pembakaran sampah di tengah taman tidak pantas dan mengurangi estetika lingkungan.

Menurutnya, sebaiknya sampah yang ada tidak dibakar di lokasi, melainkan diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Selain menyebabkan taman terlihat kumuh, pembakaran sampah juga menimbulkan polusi udara yang mengganggu kenyamanan pengunjung.

Baca Juga:New Honda PCX160, Teknologi Honda RoadSync Hadrikan Pengalaman Berkendara Lebih Modern dan TerkoneksiDulu Wayne Rooney, Kini Ethan Nwaneri? Rekor 22 Tahun yang Bisa Terpecahkan dalam Laga Nottingham vs Arsenal

”Harapan kami lebih tertata lagi agar lebih nyaman saat dikunjungi,” katanya kepada Radartasik.id, Kamis, 27 Februari 2025.

Selain itu, Usup (48), seorang petugas parkir di kawasan tersebut, mengungkapkan bahwa sampah yang dibakar umumnya adalah sampah plastik.

Ia menjelaskan bahwa pembakaran biasanya dilakukan pada malam atau pagi hari, namun tidak mengetahui apakah dilakukan oleh petugas kebersihan atau warga sekitar.

”Yang bakar saya tidak tahu, apakah oleh petugas kebersihan atau warga,” ungkapnya.

Menurutnya, keberadaan tempat pembakaran sampah serta tumpukan keranjang bekas buah semakin memperburuk kondisi taman.

Bahkan, taman yang seharusnya menjadi area hijau justru tampak seperti tempat penampungan sampah.

Permasalahan ini menunjukkan perlunya langkah konkret dari pihak terkait untuk menata kembali Taman Alun-Alun Singaparna. (Ujang Nandar)

0 Komentar