Sihir Ranieri Satukan AS Roma: Dybala Ingin Terus Bermain, Shomurodov Akhiri Paceklik Gol

Claudio Ranieri
Claudio Ranieri Tangkapan layar Instagram@officialasroma
0 Komentar

RADAR TASIK.ID – Jurnalis Italia David Bernardi menyoroti bagaimana sihir Claudio Ranieri telah menyatukan seluruh pemain AS Roma, menciptakan semangat tim yang luar biasa.

Dalam kolom editorialnya di Calciomercato, Bernardi menulis bahwa Paulo Dybala kini selalu ingin bermain, sementara Eldor Shomurodov akhirnya mengakhiri paceklik golnya untuk Giallorossi.

Saat Roma menghancurkan Monza 4-0 di Stadio Olimpico, Ranieri terlihat menyaksikan lima menit pertama pertandingan dari jarak dekat dengan garis lapangan, diam tanpa kata, tangan di belakang punggung.

Baca Juga:Krisis Keuangan, Manchester United PHK 200 Pegawai dan Tutup Kantin di Old TraffordRiccardo Sottil: Saya Masih Menyimpan Kaos Bertanda Tangan Kaká di Rumah

Ia adalah sosok pelatih berpengalaman yang melihat pekerjaan sebagai sebuah proses, bukan sekadar hasil instan.

Hasilnya, Roma kini menjadi tim yang solid, tempat di mana setiap pemain ingin berkontribusi dan laga melawan Monza menjadi bukti bagaimana semua pemain sekarang memilki keinginan untuk bermain.

Semua pemain ingin menguasai bola dan bahkan kecewa jika rekan setim memilih operan ke orang lain.

Sentuhan tangan dingin Ranieri terbukti berhasil membangun mentalitas yang berbeda dibandingkan kondisi tim 102 hari yang lalu.

Sekarang mereka berkembang pesat dan Ranieri berhasil membentuk tim yang lebih sehat, memberi para pemain tanggung jawab, dan kini menikmati hasilnya.

Beberapa momen kecil dalam pertandingan jelas menggambarkan perubahan atmosfer dalam tim.

Manu Koné terlihat sangat ingin masuk ke lapangan hingga Ranieri sendiri harus menenangkannya.

Baca Juga:Alvaro Morata: AC Milan Klub Hebat Penuh Sejarah, Tapi Ada yang Berubah Usai Kepergian FonsecaTak Bisa Keluar dari Zona Degradasi, Milan Futuro Pecat Daniele Bonera

Sementara itu, Dybala terlihat terburu-buru melepas pakaian pemanasan dan memasang pelindung tulang keringnya, menunjukkan betapa ia ingin segera masuk ke lapangan.

“Dybala bisa saja beristirahat setelah laga melawan Porto, tetapi ia memilih untuk tetap bermain. Karena Roma ini sedang menyenangkan!” tulis Bernardi.

Hal yang sama terlihat pada Baldanzi, yang kecewa ketika harus ditarik keluar. Namun, kekecewaannya hilang seketika setelah melihat di papan pergantian bahwa pemain yang masuk adalah nomor 21—Paulo Dybala.

Ranieri juga membuktikan kecerdasannya dalam strategi. Sebelum gol pembuka, ia meminta Alexis Saelemaekers untuk bergerak lebih melebar sebelum masuk ke dalam dengan kaki lemahnya—dan hasilnya? Pemain pinjaman dari AC Milan ini mencetak gol pertama.

0 Komentar