Asisten Pelatih Surabaya Mengenang Bejo Sugiantoro, Rekan Sejati di Bajul Ijo dan Timnas Indonesia 

Bejo Sugiantoro
Mengenang Bejo Sugiantoro, asisten Pelatih Surabaya Uston Nawawi ingat rekan sejatinya di Bajul Ijo dan Timnas Indonesia adalah pemain disiplin. Foto: Liga 1
0 Komentar

SURABAYA, RADARTASIK.ID — Uston Nawawi, asisten pelatih Persebaya Surabaya mengenang Bejo Sugiantoro, yang meninggal Selasa 25 Februari 2025 petang.

Uston Nawawi dan Bejo Sugiantoro tumbuh dalam satu generasi di Persebaya dan timnas Indonesia.

Kedua sosok ini pernah menjadi bagian penting dalam sejarah Persebaya dan Timnas Indonesia.

Baca Juga:Persib Juara Setelah Kalahkan Persebaya Surabaya, Ini Sosok Pencetak Gol dan Pahlawan Pangeran BiruKomentar Bek Kiri Persib Edo Febriansah soal Bermain di Bulan Ramadhan: Tak Masalah…

Mereka berbagi perjuangan di berbagai kompetisi, baik di tingkat domestik maupun internasional.

Kini, Uston Nawawi hanya bisa mengenang kebersamaannya dengan sahabat sekaligus rekan seperjuangannya itu.

Salah satu kenangan yang paling membekas di ingatannya adalah saat mereka bersama-sama membawa Persebaya meraih dua gelar juara.

“Yang tidak bisa dilupakan, tentunya membawa Persebaya juara dua kali bersama beliau,” ujar Uston Nawawi.

Baginya, momen tersebut menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam karier mereka.Kedekatan mereka tidak terbatas hanya di dalam lapangan.

Setelah gantung sepatu, keduanya kembali dipertemukan di dunia kepelatihan, memulai perjalanan dari Elite Pro Academy (EPA) hingga akhirnya menangani tim senior Persebaya.

Kebersamaan mereka menjadi bukti kuatnya ikatan yang telah terjalin selama bertahun-tahun.

Baca Juga:Bojan Hodak Bawa Kabar Gembira Jelang Persib Lawan Persebaya, Sudah Bisa Mainkan Bek Belanda Siapa Marek Janota, Pelatih Persib Pilihan Robby Darwis yang Singkirkan Bojan Hodak-Indra Thohir 

Dalam pandangan Uston Nawawi, Bejo Sugiantoro, ayah bek Persib Rachmat Irianto adalah sosok yang disiplin, baik sebagai pemain maupun pelatih.

Semangat pantang menyerah selalu melekat dalam dirinya, terutama saat berperan sebagai bek yang tangguh di lini pertahanan.

Ia dikenal sebagai pemain yang tidak mudah menyerah dan selalu memberikan perlawanan maksimal di atas lapangan.

Kepergian Bejo Sugiantoro yang mendadak menjadi pukulan berat bagi Uston Nawawi.

Ia merasa sulit mempercayai bahwa sahabat yang begitu dekat dengannya telah tiada, terutama karena beberapa waktu sebelumnya Bejo masih sempat bermain penuh di Stadion Gelora Bung Tomo saat Rosita menghadapi Raka FC.

Berita duka ini datang begitu tiba-tiba, meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga, sahabat, dan para pecinta sepak bola.

Meskipun kehilangan sosok yang begitu berarti, Uston meyakini bahwa Bejo telah pergi dengan tenang.

Ia menyampaikan belasungkawa yang mendalam dan berharap sahabatnya mendapat tempat terbaik di sisi-Nya.

Kenangan dan perjuangan yang telah mereka lalui bersama akan selalu hidup dalam ingatan dan menjadi inspirasi bagi generasi selanjutnya.

0 Komentar