Polisi dan Aktivis Luka-Luka dalam Aksi Indonesia Gelap, Begini Tanggapan Ketua KNPI Kota Tasikmalaya Terpilih

Aksi indonesia gelap ricuh, polisi dan aktivis luka-luka, efisiensi pemangkasan anggaran,
Ketua KNPI Kota Tasikmalaya terpilih Dhani Tardiwan Noor
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Munculnya korban luka-luka dari aktivis dan aparat dalam aksi Indonesia Gelap sangat disesalkan. Langkah yang seharusnya jadi penyampaian aspirasi harus dicederai insiden berdarah yang memberikan kerugian bagi kedua pihak.

Hal itu diungkapkan Ketua Komite Pemuda Nasional Indonesia (KNPI) terpilih Dhani Tardiwan Noor. Dirinya mengapresiasi kemauan para aktivis untuk menyuarakan aspirasi atas kebijakan pemerintah.

“Kita support gerakan dari para aktivis yang ingin memperjuangkan hak masyarakat,” ujarnya kepada Radar, Kamis (20/2/2025).

Baca Juga:Pemkot Tasikmalaya Diminta Ambil Langkah Lindungi Perempuan dari PelecehanCedera dan Masuk Rumah Sakit, Petugas BPBD Kota Tasikmalaya Terbanting Dahan Saat Pemangkasan Pohon di Dadaha

Di samping itu, pihaknya juga mendorong aktivis mahasiswa untuk semakin menguatkan mentalnya serta fokus dalam persoalan yang sudah dikaji. Supaya gerakan yang dilakukan lebih substantif dan tidak mudah terprovokasi oleh pihak yang punya tujuan lain. “Jadi substansi dari aksi yang dilakukan bisa betul-betul tersampaikan,” ucapnya.

Begitu juga dengan aparat yang melakukan pengamanan aksi supaya tetap menjaga profesionalismenya. Jangan sampai terpancing emosi yang pada akhirnya membuat situasi semakin memanas. “Karena kalau sama-sama emosi, potensi ricuh semakin tinggi,” ujarnya.

Pada dasarnya, profesionalisme dari aparat baik Satpol PP, Polisi dan TNI jadi salah satu kunci keamanan aksi. Karena kehadiran petugas di lokasi bukan hanya berdiri di satu pihak, tapi menjaga keamanan semua pihak. “Termasuk menjaga keamanan massa aksi dari hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Terlepas dari itu pihaknya berempati atas korban luka-luka baik itu petugas kepolisian maupun massa aksi. Karena kericuhan yang terjadi pada dasarnya merugikan kedua belah pihak. “Polisi dirugikan,aktivis juga dirugikan, kita harap ke depannya aksi bisa lebih kondusif,” terangnya.

Sebagaimana diketahui, aksi bertajuk Indonesia Gelap di DPRD Kota Tasikmalaya menimbulkan sejumlah orang luka-luka yakni petugas kepolisian dan mahasiswa dari massa aksi. Hal itu terjadi setelah aksi penolakan kebijakan pemangkasan anggaran sektor pendidikan dan kesehatan yang diwarnai kericuhan.

Informasi yang dihimpun Radar, aktivis mahasiswa yang sempat dirawat di rumah sakit sudah bisa pulang dan menjalani rawat jalan. Sementara perwira polisi yang mengalami luka lemparan batu sampai Kamis siang masih dirawat di rumah sakit.(rangga jatnika)

0 Komentar